Header Ads


Ledakan penduduk akan terjadi di kota Cirebon

CIREBON (89,2-CR): Ledakan jumlah penduduk bisa mengancam daerah Pantura khususnya Kota Cirebon, hal ini terkait  jumlah tenaga penyuluh Keluarga Berencana yang semakin berkurang, dari semula  38 orang kini hanya 13 orang untuk menjangkau 22 kelurahan.

Kepala Seksi Informasi Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Cirebon, Sugianto, mengatakan, ledakan jumlah penduduk diperkirakan akan mengancam Kota Cirebon akibat kurangnya tenaga penyuluh Keluarga Berencana.

Dia mengatakan, laju pertumbuhan penduduk (LPP) tahun 2012 ditargetkan menjadi 1,3 persen, dan diharapkan pertumbuhan itu dapat ditekan sekecil mungkin.

Namun untuk menekan ledakan penduduk menghadapi kendala, yakni tenaga penyuluh KB berkurang, sehingga bisa menjadi ancaman, mengingat kesadaran masyarakat khususnya pasangan usia subur (PUS) menggunakan kontrasepsi dalam mengatur angka kelahiran di Pantura masih membutuhkan perhatian dan bimbingan.

Sugianto menambahkan, Pantura Kota Cirebon masih ditemukan daerah "legokan" yakni suatu tempat dengan jumlah penduduk cukup padat, sumber daya manusia masih rendah, anaknya banyak, sehingga rawan tindak kejahatan dan menjadi kantong kemiskinan.

Adanya daerah "legokan" tersebut membutuhkan tenaga penyuluh Keluarga Berencana yang profesional. "Jumlah peserta Keluarga Berencana di Kota Cirebon, Jawa Barat kini mencapai 77,2 persen dari 100 pasangan subur. Kondisi itu menunjukkan kesadaran masyarakat cukup tinggi, jika tanpa diimbangi dengan pengawasan dikhawatirkan bisa menurun lagi," katanya.

Ia menjelaskan, peserta Keluarga Berencana perempuan mencapai 33.618 akseptor dengan menggunakan kontrasepsi terdiri dari, IUD 5.517 orang, MOW 2.706 orang, Inflan 1.832 orang dan suntik 19.510 orang.

Sementara akseptor yang menggunakan pil 4.053 orang. Dengan melihat kondisi itu cukup banyak warga kota Cirebon menjadi akseptor KB sehingga masuk sepuluh besar di Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr Edy Sugiarto, Mkes yang sebelumnya menjabat kepala BPMPPKB kota Cirebon menuturkan, penyuluh keluarga berencana di Kota Cirebon semakin berkurang, sehingga akan mengancam terjadinya ledakan penduduk.

Laju pertambahan penduduk di kota Cirebon mencapai 0,9 persen, sementara TFR kurang dari 1,70 persen. Melihat angka tersebut setiap wanita rata-rata memiliki seorang hingga dua anak.(Jam-CR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.