Header Ads


Pemda Diminta Perhatikan Replika Kereta Singa Barong


SUMBER (Cirebon Radio 89.2) - Pemerintah daerah Kabupaten Cirebon diminta untuk memperhatikan dan membantu pemeliharaan atas keberadaan replika Kereta Singa Barong, sebagai salah satu asset budaya.

Hal tersebut diungkapkan H. Elang Yusuf Supraja, salah satu pengelola replika Kereta Singa Barong, saat mengikuti kirab Agung Ngunjung Buyut Pasarean Kel. Gegunung Sumber, Selasa kemarin.

“Selama ini biaya perawatan seperti mengecat maupun memperbaiki bagian-bagian yang rusak dari replika Kereta Singa Barong dan Kereta Jempana dari swadaya pengelola sendiri. Padahal biaya perawatan tersebut memerlukan biaya yang lumayan besar,” paparnya. “Setiap enam bulan sekali beberapa bagian dari replikasi kereta tersebut perlu dicat ulang untuk mempertahankan keelokannya,” jelasanya lebih lanjutnya.

Oleh karena itu, Elang Yusuf berharap, pemda dapat membantu biaya pemeliharaan untuk perbaikan replika Kereta Singa Barong tersebut.

Dalam kirab agung Ngunjung Buyut Pasarean, replika kereta Singa Barong menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang menyaksikan acara tersebut.

Sebagaimana diketahui Kereta Singa Barong adalah salah satu kendaraan kebesaran milik Keraton Kasepuhan Cirebon. Kereta ini kini tersimpan di museum yang terletak di dalam komplek Keraton Kasepuhan. Bentuknya yang sangat unik dan indah ini terinspirasi dari mimpi Pangeran Losari, adik dari Panembahan Ratu I, Raja Kasultanan Cirebon yang kedua. Dalam mimpinya tersebut Pangeran Losari melihat mahluk prabangsa yang mempunyai badan seekor singa, berkepala burung garuda dan berbelalai seperti seekor gajah memegang sebuah trisula. Mahluk bersayap tersebut terbang dengan gagah mengelilingi angkasa. Ketika hal tersebut disampaikan kepada kakaknya, Panembahan Ratu, maka wujud mahluk tersebut menjadi inspirasi untuk membuat kereta kerajaan yang baru, menggantikan Pedati Gede Pekalangan.

Melalui tangan Ki Gede Kaliwulu atau Ki Gede Natagana, dibuatlah kereta tersebut pada tahun 1571 tahun Saka atau tahun 1649 M. (Us/CR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.