Cirebon dikepung Aksi Unras Tolak Kenaikan BBM
KOTA CIREBON (89,2 CR) - Cirebon hari ini diserbu aksi demonstrasi. Sejumlah titik strategis dijadikan tempat berdemo, seperti Jalur Pantura simpang Brigjen Dharsono-Pemuda, Pantura Kedawung, simpang empat Gunungsari, bundaran Krucuk, Gedung DPRD Kota Cirebon dan Kantor Pertamina EP Region Jawa di Klayan.
Aksi Unjuk Rasa kembali digelar di wilayah Kota Cirebon aksi unjuk rasa ini kembali memblokade Jalur Pantura Cirebon, tepatnya simpang Brigjen Dharsono-Pemuda, Kamis (29/3). para demonstran berasal dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam HMI dan Gempa.
Aksi demo digelar sekitar pukul 11.00. Sambil membawa atribut, para demonstran langsung membuat lingkaran besar tepat di tengah Jalur Pantura, simpang Brigjen Dharsono-Pemuda. Demonstran langsung mengelar orasi, berisi kecaman terhadap pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Mahasiswa menyatakan menolak atas kenaikan harga BBM, karena dinilai akan memberatkan rakyat. Mahasiswa melakukan orasi,dan membakar ban bekas di tengah jalan jalur Pantura tersebut.
Akibat aksi ini, lalu lintas terganggu. Kendaraan dialihkan ke jalur alternatif, agar tetap bisa melintas
menuju tempat tujuan.
Sementara itu Aksi demontrasi juga dilakukan HTI ( Hizbut Tahrir Indonesia ) Kota Cirebon dimulai dari Masjid Raya Attaqwa Kota Cirebon menuju ke Gedung DPRD Kota Cirebon serta juga aksi demontrasi dilakukan Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Cirebon kembali melakukan aksi dalam aksinya lebih memilih melakukan demonstrasi di Kantor Pertamina EP Region Jawa, di Klayan, Kabupaten Cirebon, Kamis (29/3) siang.
Seperti biasa sambil membawa spanduk dan karton bertuliskan penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi, massa PMII datang dengan berjalan kaki. Mereka langsung berorasi, tepat di depan Kantor Pertamina EP Region Jawa. Aksi mahasiswa tersebut menyebabkan lalu lintas di jalur alternatif Cirebon-Jakarta menjadi
terganggu.(Jums-CR).
Aksi demo digelar sekitar pukul 11.00. Sambil membawa atribut, para demonstran langsung membuat lingkaran besar tepat di tengah Jalur Pantura, simpang Brigjen Dharsono-Pemuda. Demonstran langsung mengelar orasi, berisi kecaman terhadap pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Mahasiswa menyatakan menolak atas kenaikan harga BBM, karena dinilai akan memberatkan rakyat. Mahasiswa melakukan orasi,dan membakar ban bekas di tengah jalan jalur Pantura tersebut.
Akibat aksi ini, lalu lintas terganggu. Kendaraan dialihkan ke jalur alternatif, agar tetap bisa melintas
menuju tempat tujuan.
Sementara itu Aksi demontrasi juga dilakukan HTI ( Hizbut Tahrir Indonesia ) Kota Cirebon dimulai dari Masjid Raya Attaqwa Kota Cirebon menuju ke Gedung DPRD Kota Cirebon serta juga aksi demontrasi dilakukan Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Cirebon kembali melakukan aksi dalam aksinya lebih memilih melakukan demonstrasi di Kantor Pertamina EP Region Jawa, di Klayan, Kabupaten Cirebon, Kamis (29/3) siang.
Seperti biasa sambil membawa spanduk dan karton bertuliskan penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi, massa PMII datang dengan berjalan kaki. Mereka langsung berorasi, tepat di depan Kantor Pertamina EP Region Jawa. Aksi mahasiswa tersebut menyebabkan lalu lintas di jalur alternatif Cirebon-Jakarta menjadi
terganggu.(Jums-CR).








Tidak ada komentar
Posting Komentar