‘I Love U’ Pongki Barata - Sophie Navita
Sudah menjadi ‘kebiasaan’ bagi Pongki Barata
dan Sophie Navita untuk selalu merilis lagu duet setiap tahunnya. Sebelumnya mereka
pernah merilis Percaya Saja (Lagu Rohani-2009), Inilah Cinta (Album Kompilasi Cintaku,
Cintamu, CintaNya, Nagaswara-2010), MeskiT’lah Jauh (Tribute to Kla Project,
KlaCorps 2011). Ditahun 2012 ini, yang bertepatan juga dengan anniversary
pernikahan mereka yang ke 9 (tanggal 1 Maret), Pongki dan Sophie memutuskan melakukan
sesuatu yang berbeda, mereka merilis lagu I
Love U ini melalui E-mail atau Surat elektronik langsung kepenggemar mereka.
Menggunakan istilah yang digunakan Pongki di dalam situs pribadinya www.pongkibarata.com, “Langsung dari computer saya ke computer kamu
! “
Lagu I Love U ini bercerita tentang
kisah mereka sendiri, apa yang mereka rasakan yang mereka yakini juga dirasakan
oleh berjuta juta orang di dunia ini. Ketika kita merasa telah menemukan jodoh kita
dan kita meyakini bahwa ada tangan Tuhan
yang ikut mengatur. Sebuah kisah tentang cinta yang klasik dan abadi. Perasaan
terdalam dalam lagu ini bisa di rasakan pada lirik “ Bila Tuhan tlah satukan.. tak
ada yang bisa pisahkan..”
Dan yang lebih menarik adalah,
mereka menggunakan system donasi bagi mereka yang berniat menghargai karya mereka
ini. Demikian kutipannya..
“Oleh karena itu kam imengajak
anda semua penikmat musik Indonesia untuk mendonasikan berapapun yang anda pikir
pas dan layak untuk lagu yang kami kirim ini : ) Murni TIDAK ADA PAKSAAN, tidak
mendonasipun tidak apa-apa. Kenapa donasi ? kenapa tidak harga pas ? semata mata
karena saya tidak ingin memberatkan kalian : )
Hasil dari donasi ini akan kami pakai
lagi buat memproduksi karya karya kami selanjutnya, sehingga kami bisa terus mengirim
kan lagu-lagu kami melalui alamat email tadi. Sekali lagi, TANPA PAKSAAN,
berapapun jumlah yang anda donasikan akan kami terima sebagai bentuk penghargaan
anda terhadap music kami
: ) “
Pongki dan Sophie melakukan ini karena mereka paham bahwa Industri
musik Indonesia telah mengalami banyak perubahan di era digital ini. Toko Cd semakin
sepi dan mulai banyak yang tutup, Ring Back Tone atau RBT yang dulu disebut sebagai
penyelamat musik Indonesia pun mengalami keterpurukan. Kondisi ini memaksa musisi
untuk lebih kreatif, tidak hanya dalam ‘menjual’ karya-karyanya tapi juga untuk
menjalin komunikasi yang lebih personal dengan fans base mereka. Pongki menjelaskan
juga, bahwa didalam setiap karya lagu yang kita dengar ada banyak pihak yang
berperan. Dari mulai pencipta lagu, penyanyi, musisi, arranger, produser,
operator studio, sound engineer mixing mastering, bahkan sampai bapak penjaga
studio pun ikut berperan. Terus terang saja semuanya memerlukan biaya. Belum lagi
biaya promosi. Sulit dipungkiri bahwa semua seniman memerlukan dukungan materi juga
untuk dapat terus menelurkan karya-karya mereka.Untuk itulah donasi yang
diberikan diharapkan bisa menutup semua biaya yang telah dikeluarkan diawal dan
bahkan bisa untuk memproduksi karya selanjutnya.
Kecintaan Pongki dan Sophie
pada musik Indonesia membuat mereka terus bergerak maju, memikirkan bagaimana
supaya semua bisa berjalan seimbang.
Apa yang dilakukan Pongki dan Sophie ini baru permulaan,
semua dilakukan sendiri dengan penuh keterbatasan. Tapi Pongki dan Sophie
tetapmelakukan tugasnya sebagai seniman musik yang harus terus berkarya demi
kecintaannya pada penikmat musik Indonesia yang telah menghidupi mereka selama ini. (md-cr)








Tidak ada komentar
Posting Komentar