Herman Khaeron dan Dirjen Kementerian Kelautan Sudirman Saad , tanam Mangrove
![]() |
| Herman Khaeron dan Dirjen Kementerian Kelautan Sudirman Saad |
KOTA CIREBON (89,2 CR) - Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron dan Dirjen Kementerian Kelautan Sudirman Saad , melakukan Penanaman tanaman Mangrove yang dilakukan di Kelurahan Kesenden Kecamatan Kejaksan di area tambak pesisir Cirebon, Rabu (25/4/2012) .
Acara ini di hadiri ketua DPRD Kota Cirebon Drs. Nazrudin Azis serta juga dihadiri kelompok kerja tambak dan pegawai pemkot Cirebon , Menanggapi tentang Penanaman Mangrove di daerah pesisir kota Cirebon ini , Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian kota Cirebon Odi Suryadi mengatakan, setelah ada penanaman bakau, kini pantai pesisir di Cirebon terus bertambah luasnya. Bahkan, dalam satu tahun bertambah 2,4 meter.
Dia menuturkan penanaman mangrove adalah upaya positif untuk ekosistem pantai. Sedikitnya, sudah 21 ribu bakau sudah ditanam. "Sehingga hari ini, kawasan ini apik dan didamba warga Cirebon. Sehingga di sini memiliki nilai ekonomis," kata dia.
Sementara itu Dirjen Kementerian Perikanan dan Kelautan Sudirman Saad mengatakan aktivitas pesisir sangat intens namun kalau tidak ditangani baik bisa menyebabkan kerusakan. "Di Karawang sudah abrasi karena penanganan ekosistem tidak cermat di masa lalu," ucapnya.
Sudirman juga mengatakan penanaman mangrove memiliki banyak manfaat misalnya penghijauan dan mengurangi emisi karbon. "Ketika mangrove tumbuh baik ada program lain yang dikembangkan yaitu wisata bahari. Kita bisa bangun restoran makan dan sebagainya," terangnya.
Dia juga mengatakan untuk menata pesisir tahun ini untuk kota Cirebon ada dana yang dikeluarkan sekitar Rp400 juta.
Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron menilai masyarakat di pesisir Cirebon mempunyai antusias berlebih ketika menanam mangrove di tambaknya, berbeda ketika menanam untuk kawasan pesisir.
Dia juga mengatakan, dengan adanya silfo fisheries yaitu memelihara ikan sekaligus menanam pohon bisa
meningkatkan kesejahteraan nelayan. Namun, tegas dia yang terlebih dahulu harus dilakukan adalah penanaman mangrove, baru kemudian bisa dikembangkan untuk kesejahteraan nelayan.(Jums-CR).
Dia menuturkan penanaman mangrove adalah upaya positif untuk ekosistem pantai. Sedikitnya, sudah 21 ribu bakau sudah ditanam. "Sehingga hari ini, kawasan ini apik dan didamba warga Cirebon. Sehingga di sini memiliki nilai ekonomis," kata dia.
Sementara itu Dirjen Kementerian Perikanan dan Kelautan Sudirman Saad mengatakan aktivitas pesisir sangat intens namun kalau tidak ditangani baik bisa menyebabkan kerusakan. "Di Karawang sudah abrasi karena penanganan ekosistem tidak cermat di masa lalu," ucapnya.
Sudirman juga mengatakan penanaman mangrove memiliki banyak manfaat misalnya penghijauan dan mengurangi emisi karbon. "Ketika mangrove tumbuh baik ada program lain yang dikembangkan yaitu wisata bahari. Kita bisa bangun restoran makan dan sebagainya," terangnya.
Dia juga mengatakan untuk menata pesisir tahun ini untuk kota Cirebon ada dana yang dikeluarkan sekitar Rp400 juta.
Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron menilai masyarakat di pesisir Cirebon mempunyai antusias berlebih ketika menanam mangrove di tambaknya, berbeda ketika menanam untuk kawasan pesisir.
Dia juga mengatakan, dengan adanya silfo fisheries yaitu memelihara ikan sekaligus menanam pohon bisa
meningkatkan kesejahteraan nelayan. Namun, tegas dia yang terlebih dahulu harus dilakukan adalah penanaman mangrove, baru kemudian bisa dikembangkan untuk kesejahteraan nelayan.(Jums-CR).









Tidak ada komentar
Posting Komentar