Header Ads


Supir Angkot Mengeluh

KABUPATEN CIREBON (89,2-CR): Keputusan Persiden RI Susilo Bambang Yudoyono SBY, terkait penangguhan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak BBM pada satu April 2012 lalu, mendapat sorotan dari beberapa elemen masyarakat dan juga mahasiswa, bahkan tidak sedikit mahasiswa melakukan unjuk rasa, karena keputusan tersebut di anggap suatu pembodohan politik terhadap rakyatnya. 

Namun lain halnya dengan para supir angkutan umum yang ada di Kabupaten Cirebon mereka tidak begitu merespon dengan hasil keputusan pemerintah yang menunda kenaikan harga BBM, karena di naikan dan tidak di naikan nasib para supir angkutan umum tetap susah untuk mengejar setoran. 

Dedi salah satu supir angkutan umum GS yang ada di Kabupaten Cirebon saat di temui Cirebon Radio pagi tadi menuturkan. "Nasib para supir angkutan umum masih begini-begini saja, masih susah untuk mencari setoran, di naikan atau tidak di naikan, dirinya berharap kepada pemerintah untuk memberikan solusi yang terbaik kepada rakyatnya., karena saat ini para supir masih kesulitan untuk menutup setoran." Ujar Dedi.(Jam-CR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.