Upacara Hari Kebangkitan Nasional dilingkungan Pemkot Cirebon
KOTA CIREBON (89,2 CR) - Upacara Hari Kebangkitan Nasional tingkat Pemerintahan Kota Cirebon tahun 2012 dilaksanakan di Halaman Balaikota Cirebon, Senin (21/05/12).
Upacara hari Kebangkitan Nasional tingkat Pemerintahan kota Cirebon diikuti oleh Muspida Kota Cirebon , unsur Pemerintahan Kota Cirebon ,DPRD Kota Cirebon , TNI , kepolisian , Sat Pol PP Kota Cirebon , Organisasi Kepemudaan Kota cirebon dan Pelajar kota Cirebon , yang dipimpin oleh pemimpin Upacara Kompol Ali Mashar dari Kepolisian Polres Cirebon Kota.
Walikota Cirebon Subardi Spd dalam kesempatan hari kebangkitan Nasional tahun 2012 sebagai Inpektur Upacara yang juga secara langsung membacakan pidato dari Mentri Informasi dan Komunikasi , Tifatul sembiring .
Dalam sambutannya di Hari Kebangkitan Nasional tahun 2012 , Mentri Informasi dan Komunikasi , Tifatul sembiring . Budi Utomo yang lahir pada tahun 1918 muncul karena para pemuda dihadapkan pada situasi yang sangat komplek. Dimana ketidakadilan, pengingkaran HAM, diskriminasi, ketidaksamaan serta konflik yang terus terjadi dalam masyarakat. Hal tersebut mendorong para pemuda untuk membangun Negara yang berdaulat, melepaskan diri dari ketidakadilan dan tindakan semena – mena serta cita – cita luhur kemerdekaan bangsa.
Setelah Budi Utomo muncul berbagai perkumpulan kepemudaaan dari berbagai daerah di Indonesia yang mewarnai bangkitnya nasionalisme dan berlanjut pada tahun 1928 dengan bersatunya berbagai kelompok organisasi. Untuk mewujudkan suatu gerakan nasionalis sejati melalui Sumpah Pemuda; Satu Tanah Air, Satu bangsa dan Satu Bahasa.
Angkatan 1908 dan 1928 adalah contoh gerakan heroik sebagaimana golongan cendekiawan muda dapat mendinamiskan kehidupan politik dan diterima kaum dewasa. Generasi tersebut sangat istimewa karena berani menentang kolonialisme dan imperialisme dan membangkitkan semangat nasionalisme yang pada gilirannya memberikan kanal menuju cita – cita Indonesia Merdeka.
Peringatan Harkitnas ke 104 ini menjadi penting apabila nilai – nilai kebangsaan, nilai persatuan dan kesatuan, nilai kejujuran serta kebersamaan yang menjadi ciri ke-Indonesia-an kita menjadi energy bagi langkah kita ke depan. Serta menjadikan renungan dan evaluasi sejauh mana semangat nasionalisme tersebut terimplementasi dalam setiap profesi, potensi, tugas dan tanggungjawab perilaku masing – masing individu warga Negara Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semoga dengan semangat kebangkitan nasional yang telah dirintis oleh para pendahulu kita, tetap dan terus menjadi obor penerang dan pencerah bagi langkah anak bangsa menjaga dan mengembangkan konstruksi nasionalisme. ( Jums-CR).
Upacara hari Kebangkitan Nasional tingkat Pemerintahan kota Cirebon diikuti oleh Muspida Kota Cirebon , unsur Pemerintahan Kota Cirebon ,DPRD Kota Cirebon , TNI , kepolisian , Sat Pol PP Kota Cirebon , Organisasi Kepemudaan Kota cirebon dan Pelajar kota Cirebon , yang dipimpin oleh pemimpin Upacara Kompol Ali Mashar dari Kepolisian Polres Cirebon Kota.
Walikota Cirebon Subardi Spd dalam kesempatan hari kebangkitan Nasional tahun 2012 sebagai Inpektur Upacara yang juga secara langsung membacakan pidato dari Mentri Informasi dan Komunikasi , Tifatul sembiring .
Dalam sambutannya di Hari Kebangkitan Nasional tahun 2012 , Mentri Informasi dan Komunikasi , Tifatul sembiring . Budi Utomo yang lahir pada tahun 1918 muncul karena para pemuda dihadapkan pada situasi yang sangat komplek. Dimana ketidakadilan, pengingkaran HAM, diskriminasi, ketidaksamaan serta konflik yang terus terjadi dalam masyarakat. Hal tersebut mendorong para pemuda untuk membangun Negara yang berdaulat, melepaskan diri dari ketidakadilan dan tindakan semena – mena serta cita – cita luhur kemerdekaan bangsa.
Setelah Budi Utomo muncul berbagai perkumpulan kepemudaaan dari berbagai daerah di Indonesia yang mewarnai bangkitnya nasionalisme dan berlanjut pada tahun 1928 dengan bersatunya berbagai kelompok organisasi. Untuk mewujudkan suatu gerakan nasionalis sejati melalui Sumpah Pemuda; Satu Tanah Air, Satu bangsa dan Satu Bahasa.
Angkatan 1908 dan 1928 adalah contoh gerakan heroik sebagaimana golongan cendekiawan muda dapat mendinamiskan kehidupan politik dan diterima kaum dewasa. Generasi tersebut sangat istimewa karena berani menentang kolonialisme dan imperialisme dan membangkitkan semangat nasionalisme yang pada gilirannya memberikan kanal menuju cita – cita Indonesia Merdeka.
Peringatan Harkitnas ke 104 ini menjadi penting apabila nilai – nilai kebangsaan, nilai persatuan dan kesatuan, nilai kejujuran serta kebersamaan yang menjadi ciri ke-Indonesia-an kita menjadi energy bagi langkah kita ke depan. Serta menjadikan renungan dan evaluasi sejauh mana semangat nasionalisme tersebut terimplementasi dalam setiap profesi, potensi, tugas dan tanggungjawab perilaku masing – masing individu warga Negara Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semoga dengan semangat kebangkitan nasional yang telah dirintis oleh para pendahulu kita, tetap dan terus menjadi obor penerang dan pencerah bagi langkah anak bangsa menjaga dan mengembangkan konstruksi nasionalisme. ( Jums-CR).









Tidak ada komentar
Posting Komentar