HERO
“ Lagu ini yang membuat saya
melihat potensi dari Noah,” itu kalimat pertama yang meluncur dari Steve
Lillywhite. Hero termasuk lagu yang dikirim pertama kepada Steve. Dan
setelah Musica Studio’s mengirim lagu-lagu Noah yang lain, Steve Lillywhite
tetap memilih lagu ini sebagai jagoannya. Hero,
sebenarnya bukan karya terbaru yang ditulis oleh Noah. Lagu karya Ariel dan
lirik oleh Giring Ganesha ini, mereka simpan cukup lama. Namun, sentuhan Steve
Lillywhite membuat lagu ini berubah menjadi lebih matang. Steve Lillywhite
sendiri menolak jika disebut memberi warna dalam cara
Noah bermusik. “ Saya hanya berusaha membuat mereka lebih optimal. Membuat kemampuan
bermusik mereka lebih keluar. Itu yang selalu saya lakukan dengan band manapun.
Selebihnya, apa yang ada di dalam lagu itu, benar-benar apa yang dimiliki
Noah,” terangnya.
Sebaliknya, Noah juga memang
merasa sangat enjoy berkolaborasi dengan Steve Lillywhite. “ Steve membuat
suasana jadi bersemangat. Pengalamannya membuat kita banyak mendapatkan hal
baru. Dan dia juga sangat suka eksplorasi saat recording,” ujar Uki sang
gitaris Noah. Walhasil, saat penggarapan Hero, studio milik Musica pun banyak ‘diacak acak’. Drum ditaruh di
lorong studio, lokasi take vocal juga di set ulang di pojokan studio. Belum
lagi cara take strings yang unik. Hasilnya, hasil rekaman memang punya sesuatu
yang unik.
Steve
juga tidak menemukan kejanggalan dalam pelafalan Ariel saat melantunkan bait
bait lirik yang ditulis dalam bahasa Inggris ini. Lirik terlafal dengan jelas,
cara bernyanyi Ariel yang khas, tetap terjaga dan menyatu dengan lagu. Kolaborasi
antara Noah dan Steve Lillywhite ini serasa melengkapi karya karya hebat yang
pernah diciptakan Noah. Dan, rasanya Hero memang pilihan tepat untuk
membuka jalan Noah menuju blantika musik yang lebih luas. Semoga dengan support
semua pecinta musik di Indonesia, Noah bisa mewujudkan cita cita tersebut. (ks)









Tidak ada komentar
Posting Komentar