Pemecahan rekor Muri SMPN 18 Kota Cirebon membatik topi
KOTA CIREBON (89,2 CR) - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 18 Kota Cirebon berhasil pecahkan rekor museum rekor Indonesia (Muri) dalam membatik topi terbanyak pada Kamis (2/10/2014).
Pemecahan rekor Muri SMPN 18 Kota Cirebon digelar dihalaman sekolah dengan menerjunkan 515 siswa yang secara serentak membatik topi yang dimulai pagi, para siswa mulai membatik topi dengan air lilin dan canting batik yang telah disediakan pihak sekolah, dan para siswa diberikan kebebasan dalam pembuatan motif atau gambar yang ingin dibuatnya pada topi dengan canting batik.
Penghentian membatik ditutup dengan bunyi gong oleh perwakilan dari Muri yang selama kegiatan membatik topi berlangsung, tampak mengamati setiap kelompok yang sedang membatik.
Kepala Sekolah SMPN 18 Kota Cirebon, Sumiyati menyatakan, kegiatan membatik sudah masuk dalam ekstrakulikuler di sekolahnya, untuk memecahkan rekor MURI seluruh siswa/siswi sebelumnya berlatih selama dua minggu.
Menurut Sumiyati, pemecaharn rekor MURI ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Batik Nasional. Ide menggunakan topi sebagai media membatik didapatnya dari survei di internet, dan atas saran dari guru-guru.
Sementara itu Paulus Pangka dari perwakilan pihak Rekor Muri mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan pemecahan rekor ke-665 kepada SMPN 18 Kota Cirebon atas rekor yang telah diraih yaitu membuat topi batik dengan peserta terbanyak.(Jums-CR).
Pemecahan rekor Muri SMPN 18 Kota Cirebon digelar dihalaman sekolah dengan menerjunkan 515 siswa yang secara serentak membatik topi yang dimulai pagi, para siswa mulai membatik topi dengan air lilin dan canting batik yang telah disediakan pihak sekolah, dan para siswa diberikan kebebasan dalam pembuatan motif atau gambar yang ingin dibuatnya pada topi dengan canting batik.
Penghentian membatik ditutup dengan bunyi gong oleh perwakilan dari Muri yang selama kegiatan membatik topi berlangsung, tampak mengamati setiap kelompok yang sedang membatik.
Kepala Sekolah SMPN 18 Kota Cirebon, Sumiyati menyatakan, kegiatan membatik sudah masuk dalam ekstrakulikuler di sekolahnya, untuk memecahkan rekor MURI seluruh siswa/siswi sebelumnya berlatih selama dua minggu.
Menurut Sumiyati, pemecaharn rekor MURI ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Batik Nasional. Ide menggunakan topi sebagai media membatik didapatnya dari survei di internet, dan atas saran dari guru-guru.
Sementara itu Paulus Pangka dari perwakilan pihak Rekor Muri mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan pemecahan rekor ke-665 kepada SMPN 18 Kota Cirebon atas rekor yang telah diraih yaitu membuat topi batik dengan peserta terbanyak.(Jums-CR).









Tidak ada komentar
Posting Komentar