Header Ads


Angka Kematian Ibu Dan Bayi Jawa Barat Tertinggi

Kota Cirebon (89,2 CR) - Angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan di Jawa Barat termasuk menjadi daerah tertinggi se-Indonesia dan terbesar se-Asia Tenggara. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto mengatakan, data terakhir pada 2014 terdapat sebanyak 3.979 kasus kematian ibu dan banyak terjadi di Jawa Barat. Dari data tersebut Kota Cirebon mendapat predikat terbaik karena mampu menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Pada 2015 lalu, sedikitnya hanya ada empat kasus kematian ibu dan bayi saat melahirkan.

“Tingginya angka kematian ibu dan bayi baru lahir, Kota Cirebon terbilang cukup baik karena selama 2015 ini hanya terjadi empat kasus saja, kendalanya karena akses transportasi dan penanganan kurang tepat saat pindah rumah sakit,” katanya, kamis (11/2/2016).

Edy menjelaskan, penyebab kematian ibu dan bayi di Kota Cirebon akibat dari pendarahan, eklampsia dan sepsis. Dia menambahkan, tingginya angka kematian ibu dan anak di Jawa Barat itu karena memang populasi masyarakat sangat tinggi, yakni jumlah penduduk di Jawa Barat mencapai 54,6 juta jiwa.

Masalah utama dari kematian ibu dan anak saat melahirkan bisa terjadi karena kultur masyarkat yang masih tabu saat pemeriksaan.  jika hanya ingin ditangani oleh dokter kandungan perempuan dan ketika mengalami kekuarangan darah hanya ingin ditransfusi oleh darah suaminya. Padahal golongan darah suami dengan sang isteri itu belum tentu sama.

“Kalau di Kota Cirebon, masalah seperti itu masih terjadi di Argasunya. Bukan karena pelayanan dari pihak puskesmas setempat atau rumah sakit, akan tetapi kultur masyarakat yang masih tabu,” katanya.

Penanganan dan pencegahan angka kematian ibu dan anak di Kota Cirebon sudah cukup baik karena dokter-dokter spesialis kandungan terjun langsung di masyarakat. Saat ini, Kota Cirebon berupaya memutus mata rantai angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi perhatian nasional dan dunia.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.