Header Ads


APBC Akan Datangi Wakil Rakyat kota Cirebon

Kota Cirebon (89,2 CR) - Asosiasi Pengusah Batubara Cirebon (APBC) mulai resah. Pasalnya, deadline penutupan aktivitas bongkar muat batubara sisa lima hari lagi. Kuasa Hukum APBC, Iskandar SH mengatakan, besok  pihaknya akan melakukan audiensi dengan DPRD Kota Cirebon.

Sebab, para pengusaha batubara merasa keberatan ketika aktivitas bongkar muat batubara ditutup.  Persoalannya penutupan bongkar muat batu bara akan berdampak pada persoalan sosial dan ekonomi pekerja yang bergantung hidupnya pada bongkar muat batu bara 

"Penutupan bongkar muat batubara harus diertimbangkan secara matang, karena berdampak luas pada sosial ekonomi," ujar Iskandar saat mengunjungi gedung DPRD, Senin (21/3/2016)

Menurutnya, jika terjadi penutupan batubara, maka akan ada ribuan buruh yang bekerja di Pelabuhan Cirebon terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain itu, dampak penutupan batubara tidak hanya di Cirebon. Tapi, sampai ke Bandung. 

"Kalau dijumlah berapa pegawai yang terancam nganggur ada 2 jutaan. Mengingat banyak pabrik yang menggunakan bahan baku batubara," ucapnya.

Lebih lanjut Iskandar menjelaskan, bahan bakar batubara itu merupakan energi pengganti solar. Alasannya, karena cadangan bahan bakar di Indonesia lambat laun semakin menurun. Kalau alasan masyarakat masih menolak karena debu batubara, semua upaya sudah dilakukan dengan membua jaring penahan debu, penyemprotan saat bongkar muat dan penyemprotan pada mobil sebelum batubara itu didistribusikan ke pabrik-pabrik.

"Kita akui debu pasti masih ada. Tapi kan sudah minim. Kalau masalah debu, debu itu kan bukan hanya dari batubara saja. Dimana-mana pasti ada debu. Apalagi ruangnya terbuka bebas " Pungkasnya

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.