Pengusaha Anggap Warga Telah Menerima Bongkar Muat Batu Bara
Kota Cirebon (89,2 CR) - Asosiasi Pengusaha Batu Bara Cirebon (APBC) mengumpulkan warga kelurahan Panjunan Kota Cirebon untuk bersilaturahmi terkait dampak debu batu bara Cirebon. APBC berharap keberadaan bongkar muat batu bara Cirebon bisa diterima warga apalagi pengusaha bersama KSOP dan Pelindo terus berusaha meminimalisir dampak debu batu bara.
Ketua APBC,Achmad Berliana Zulkifli mengatakan 8 dari 10 RW telah menerima keberadaan bongkar muat batu bara dengan bukti mereka mau menerima santunan dari pengusaha batu bara.
" Tadi kami berkumpul dengan 50 orang warga Panjunan bersilaturahmi dan memberikan santunan kepada warga sebagai bentuk kepedulian " ungkapnya siang tadi, rabu (16/3/2016).
Menurut Ahmad persoalan bongkar muat batu bara lebih pada pencemaran debu di lingkungan sekitar pelabuhan, sementara pengusaha, Pelindo dan KSOP telah meminimalisir dampak debu batu bara dengan penyemprot batu bara dengan air sehingga tidak berdebu, selain itu dipasangnya jaring agar debu tidak ke pemukiman warga.
" Sejak bulan februari lalu kami berusaha mengurangi dampak batu bara, karena persoalan utama yaitu debu bukan bongkar muat dan kami sudah berusaha mengatasi itu " jelasnya.
Diakui Ahmad jika sampai bongkar muat batu bara di tutup akan ada ribuan pekerja yang menganggur, karena ada ribuan pegawai di pelabuhan Cirebon yang bergantung pada bongkar muat batu bara Cirebon.
" Kalau sampai ditutup maka akan ada 2000 pegawai yang nganggur. Banyak pegawai yang mengandalkan kehidupan di bongkar muat batu bara ini " keluarnya.
Ahmad berharap penutupan bongkar muat batu bara ini bersifat sementara setelah Pelindo melengkapi berkas revisi Amdal bongkar muat batu bara kembali dibuka.









Tidak ada komentar
Posting Komentar