Header Ads


Dua Siswa SLB Ini Tetap Kompak Ikuti UN

Kota Cirebon (89,2 CR) - Memasuki hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) para siswa semakin bersemangat untuk menyelesaikannya. Bukan hanya di sekolah umum, semangat pelaksanaan UN juga tergambar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Budi Utama Kota Cirebon. Dua siswa peserta UN ini tetap tenang mengerjakan soal-soal UN. 

Masing-masing, siswa tersebut merupakan siswa yang menderita Tuna Daksa dan Tuna Rungu. Mereka ujain di ruang belajar yang berbeda. 

"Saya sudah belajar dan saya yakin nilainya bagus," harap salah seorang siswa peserta UN SLBN Budi Utama Cirebon penderita Tuna Daksa RahmanisaCahaya, Selasa (5/4/2016).

Dia pun mengaku sudah belajar sungguh-sungguh dalam persiapan pelaksanaan UN. Dikatakan, dari seua mata pelajaran yang diuji, gadis yang dipanggil 

Anisa ini sangat menyukai bahasa Indonesia. Dia pun bertekad melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di sebuah universitas di Kota Cirebon. 

"Saya mau kuliah setelah ujian ini. Saya suka belajar," tutur gadis yang bercita-cita menjadi guru itu. 

Hal senada disampaikan siswa lain peserta UN, Elvina Haliza N. Dia mengaku sangat menyukai pelajaran matematika. 

"Saya suka matematika. Suka hitung-hitungan," tutur siswa Tuna Rungu itu sembari didampingi gurunya.

Dia pun mengaku semakin giat belajar dalam persiapan pelaksanaan UN tahun ini. Dikatakan, dia lebih suka belajar sendiri di kamar setiap malam. 

"Saya belajar sendiri dan jarang didampingi orang tua. Saya suka belajar," ucapnya.

Sementara itu, Kepala SLBN Budi Utama, Suyata mengatakan, semangat peserta UN memotivasi para guru di sekolah untuk memberikan pengajaran lebih baik. 

"Persiapan sama seperti sekolah umum. Bedanya kalau UN kami langsung ambil soal ke Provinsi. Kemudian didistribusikan ke sekolah penyelenggara. Karena memang sudah terbiasa, anak-anak tak begitu panik,"ujarnya. 

Dikatakan, pihaknya selalu memberikan bimbingan, pengajaran terhadap peserta UN sesuai kemampuannya. Termasuk, lanjutnya, memotivasi siswa untuk tetap mengikuti UN meskipun hanya sendiri. 

" Kami juha memberi bimbingan, pengayaan dan latihan. Sesekali barter latihan soal dengan SLB lain," ucapnya.

Dia pun berharap agar semangat peserta UN menginspirasi seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menganggap remeh sesama manusia.

 "Kami juga saling belajar bersama siswa kami," akunya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.