Sektor Wisata Dan Perdagangan Di Kota Cirebon Harus Seimbang
Kota Cirebon (89,2 CR) - Cirebon merupakan salah satu kawaasan usaha yang dominan berada di sektor jasa, baik pariwisata maupun perdagangan. Namun keberadaan dua sektor jasa industri tersebut dianggap masih belum sinkron.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Cirebon Dana Kartiman menyampaikan, dua sektor jasa tersebut masih sangat ironis ketika masuk ke ranah publik.
"Jasa wisata dan jasa perdagangan masih belum sinkron. Padahal kesiapan dari Cirebon sendiri sudah," sebut Dana Kartiman saat menghadiri kegiatan Gerakan Sadar Wisata Aksi Sapta Pesona, Senin (25/4/2016).
Ia mengakui, salah satu kendala utama dalam mengembangkan wisata di Cirebon adalah mengatur sektor jasa usaha. Pihaknya masih kesulitan mengatur pelaku usaha di sektor perdagangan dan pariwisata.
Sementara itu, mainset para pedagang yang ada di kawasan wisata juga masih belum terbuka. Seperti di kraton Kasepuhan, mereka menganggap sebagai pedagang kaki lima bukan sebagai pedagang wisata. Dua sektor jasa ini memiliki kepentingan yang sama.
Kenyataanya antara 3 keraton di Cirebon lebih dominan pedagang dibandingkan obyek wisata, sehingga nilai wisatanya tidak terlihat lebih cenderung ke sektor perdagangannya.
"Solusinya harus meng atur akses apabila 3 kerarton di satu lingkup objek wisata utama harus mendukung. Jalur objek wisata yang ada ditata jangan sampai menjadi pusat perdagangan yang dominan," ujarnya.









Tidak ada komentar
Posting Komentar