KH Musthofa Aqil Siroj Sesalkan Pernyataan MUI Kab Cirebon
Kab Cirebon (89,2 CR) - Aliansi Cirebon Bersih (ACB) mendatangi pengasuh pondok pesantren Kempek KH Musthofa Aqil Siroj untuk meminta pendapat terkait istighosah di kantor bupati Cirebon beberapa hari lalu yang berakhir ricuh. Mereka juga meminta pendapat mengenai pernyataan MUI Kabupaten Cirebon yang menyatakan tidak ada penistaan agama dalam istighosah tersebut.
Perwakilan dari ACB Waswin Janata menjelaskan kronologis kejadian awal terjadi bentrok dengan ormas pemuda pancasila (PP) dalam istighosah. Menurut Waswin istighosah di depan kantor Bupati sudah mendapatkan ijin dari pihak kepolisian. Namun yang di sesalkan kantor bupati di jaga oleh PP dan Al Jabar.
" Kami istighosah niatnya baik untuk mendoakan Kabupaten Cirebon lebih baik saat di pimpin Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra, oleh karena itu kami menggelar doa bersama. Kami sudah minta ijin kepada yang berwenang tapi saat istighosah berlangsung jamaah di lempari batu dan benda lainnya. Kami juga bertanya - tanya kenapa ada PP di kantor bupati saat ada istighosah, " ungkapnya mewakili rekan ACB sore tadi, Kamis (1/12/2016)
Masih kata Waswin, sebelumnya ACB telah menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kabupaten Cirebon dan mendatangi Polres Cirebon. Tujuannya agar pihak kepolisian segera memproses kasus gratifikasi di rumah sakit Arjawinangun yang di duga ada keterlibatan bupati.
" Kami sebelumnya sudah menggelar aksi unjuk rasa. Inisiatif istighosah melihat kondisi saat ini yang tengah ramai adanya istighosah, oleh sebab itu kami menggelar acara yang sama dengan doa untuk kebaikan seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon, " tambahnya.
ACB berharap istighosah ini bisa di ikuti oleh seluruh pihak terutama Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. Namun yang di sayangkan ketika istighosah berlangsung ada pelemparan batu dan benda keras lainnya yang mengarah ke jamaah, seketika itu jamaah membubarkan diri dan aksi lempar batu antara jamaah dan Pemudah Pancasila yang berjaga di depan kantor Bupati tidak terhindarkan.
" Harapan kami seluruh pihak termasuk PP dan Bupati Cirebon ikut berdoa bersama, tapi justru sebaliknya kami di lempari batu dan terjadilah kericuhan, " katanya.
ACB juga menyampaikan penyesalan pernyataan MUI Kabupaten Cirebon yang menyatakan tidak ada penistaan agama dalam kericuhan tersebut, seharusnya MUI sebelum membuat pernyataan, klarifikasi kepada kedua belah pihak, kemudian baru bisa menyimpulkan.
" MUI kudunya tabayyun dulu kepada kami namun langsung keluar pernyataan yang mencengangkan, " keluhnya.
KH Mustofa Aqil Siroj sependapat dengan ACB terkait statmen. Menurutnya MUI jangan terlalu cepat mengeluarkan pernyataan tidak ada penistaan dalam istighosah, MUI seharusnya mendengarkan laporan baik dari pihak Bupati maupun dari ACB, kemudian baru bisa menyimpulkan.
" Harusnya ajak semua pihak kemudian keluarkan pernyataan, trus kenapa ada pemuda pancasila di kantor bupati, maksud dan tujuannya apa, " katanya.
KH Musthofa Aqil Siroj menyatakan bahwa apapun bentuknya membubarkan istighosah adalah salah, seharusnya persoalan di selesaikan setelah istighosah selesai.
" Apapun itu istighosah di bubarkan salah, selesaikan istighosah kemudan baru selesaikan persoalannya bersama - sama, " pungkasnya.









Tidak ada komentar
Posting Komentar