Media Diantara Informasi Dan Provokasi
Media massa sebagai institusi
edukasi. Media massa menjadi wadah yang setiap saat mendidik masyarakat supaya
cerdas, terbuka pikirannya, dan menjadi masyarakat yang maju. Kemudian, media
massa sebagai sumber informasi, yaitu media yang setiap saat menyampaikan
informasi yang terbuka dan jujur dan
benar disampaikan kepada masyarakat, agar masyarakat menjadi kaya informasi,
dan terbuka dengan informasi, sebaliknya pula masyarakat akan menjadi masyarakat
informatif, masyarakat yang dapat menyampaikan informasi dengan jujur kepada
media massa. Namun jika suatu informasi berdampak negatif pada kepentingan
suatu bangsa seharusnya tidak perlu di publish. Terakhir, media massa sebagai
hiburan. Sebagai agent of change, media massa juga menjadi institusi budaya,
yaitu institusi yang setiap saat menjadi corong kebudayaan, katalisator
perkembangan budaya. Sebagai agent of change yang dimaksud adalah juga
mendorong agar perkembangan budaya itu bermanfaat bagi manusia bermoral dan
masyarakat sakinah, dengan demikian media massa juga berperan untuk mencegah
berkembangnya budaya-budaya yang justru merusak peradaban manusia dan
masyarakatnya.
Sementara itu, media sosial juga
memiliki nilai yang jauh lebih positif jika para pengguna dapat memahaminya.
Yakni, sebagai media sosialisasi lintas batas, sehingga dimanapun berada tetap
bisa menjalin komunikasi dengan lingkungan sosial yang ada. Media sosial juga
dapat dijadikan sebagai sumber hiburan dan edukasi. Disini lah kedewasaan
pengguna media sosial tergambar, dengan memperhatikan nilai-nilai postingan dan
komentar yang disampaikan.
Dalam diskusi live on air “ Media Diantara
Informasi Dan Provokasi “ yang diselenggarakan di griya Cirebon Radio, Selasa
(27/12/2016) dihadiri oleh beberapa narasumber diantaranya, Agus
Prayoga ( Pakar Hukum ), Andi Yusuf (
Tokoh Masyarakat Ketua Majelis Ta'lim An
Nadwah ), Agus
Dimiyati ( Akademisi ), Panji Prayitno ( Jurnalis Media Online
liputan6.com ), Doddy Dosanto ( Jurnalis Media Online cirebonsatu.com ), Abdul Jalil Hermawan
( Jurnalis Metro TV ), Wahyu Riswandi ( Jurnalis
Cirebon Radio ), Dudung Abdul Hakim ( Jurnalis Kabar Cirebon ).
Pekerja dan pengguna media massa
dan media sosial sudah selayaknya berbenah untuk menghindari berita dan
postingan-postingan provokatif yang mengarah pada perpecahan bangsa.








Tidak ada komentar
Posting Komentar