Header Ads


Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon, Acara Tradisi Maulud Nabi Muhammad SAW 1438 H

Kota Cirebon (89,2 CR) - Agama Islam yang tersiar maupun yang tersebar di tanah Jawa sampai saat ini tidak terlepas dari jasa para Wali yang di Cirebon sendiri khususnya keraton Kanoman, tidak dapat dipungkiri adalah atas jasa SINUWUN GUNUNG DJATI / SUNAN GUNUNG JATI.

Mengingat masuknya agama Islam sesudah agama terdahulu yang dianut oleh masyarakat pada masa itu, sehingga diperlukan cara khusus dalam penyebarannya agar tidak terjadi konflik yang tidak diinginkan. Hal tersebutlah yang menjadikan salah satu pemikiran atau cara para Waliullah di dalam menyebarkan agama Islam melalui tradisi atau adat setempat tanpa mengurangi esensi. Dalam perjalanannya sehingga banyak dari tradisi/adat budaya keraton dalam hal ini Kanoman yang di dalamnya terkandung unsur religius (baca: Syiar agama Islam). Salah satu tradisi / prosesi yang pada intinya pelaksanaan ajaran agama Islam ACARA TRADISI MAULUD NABI MUHAMMAD SAW atau yang lebih dikenal dengan PANJANG JIMAT.

PANJANG JIMAT
Panjang Jimat secara prosesi adalah iring-iringan Panjang Jimat/ benda pusaka yang kesemuanya melambangkan prosesi kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW sesuai dengan inti dari prosesi Panjang Jimat sendiri dalam kaitannya sebagai tradisi peringatan Maulud / Maulid / Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Panjang secara bentuk berarti piring, ambeng (tempat makan) gusti Rasul dan para Sahabatnya. Jimat singkatan dari diaji dan dirumat yang artinya dipelajari dan diamalkan, kembali kepada fitrah sebagai manusia untuk mengamalkan ajaran Islam. Dalam piring / panjang sendiri terdapat berbagai tulisan yang mengandung nilai ajaran Islam yang harus menjadi jimat (diaji dan dirumat) oleh segenap pemeluk Islam sebagai tujuan dari perayaan tahunan Maulid Nabi Muhammad SAW.

PROSESI PANJANG JIMAT
LAMARAN atau PANJANG MIOS  (ba'da Ashar) , merupakan gladi resik Napak Tilas, menelusuri sebagian rute yang akan dilalui oleh iringan Panjang Jimat. Perjalanan akan diiringi oleh Patih, sedangkan yang akan mengusung Pusaka adalah para Abdi Dalem yang dikawal Famili dengan pengamanan Pasukan Keraton dan Mager Sari (+/-300 Orang).

Tanggal 11 Rabiul Awal / Maulud 
PELAL AGENG (Merupakan acara puncak), bertempat di blandongan, atau teras Pendopo Jinem, pada jam 21.00 WIB, Sultan melepas iringan Panjang Jimat yang dipimpin oleh Patih. Patih akan memimpin iringan seluruh pembawa Pusaka / Jimat dan kelengakapan lain ke masjid yang telah ditunggu oleh seluruh kaum untuk membaca shalawat Rasulan dan doa-doa lainnya sampai jam 24.00 WIB. Iringan pembawa Pusaka akan terdiri tidak kurang dari 500 orang Famili dan Abdi Dalem yang membawa lilin besar, obor, tumbak dan sebagainya, yang masing-masing melambangkan ajaran - ajaran Islam.

PENUTUP
Ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, Malaysia, Brunei, biasanya akan turut menyaksikan acara sakral tahunan ini. Terlepas dari otentik tidaknya sedikit penjabaran di atas mengenai Panjang Jimat. Keraton Kanoman melalui prosesi panjang jimat tahun ini mengajak untuk kembali bersama - sama menjalankan esensi inti dari prosesi Panjang Jimat / Maulud Nabi Besar Muhammad SAW.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.