Header Ads


Pembuatan Gamelan di Desa Wirun Sukoharjo Jawa Tengah

Gamelan memang tak pernah terpisah dari Budaya Jawa. Alat musik identitas Budaya Jawa ini telah terkenal bahkan sampai ke penjuru dunia. Alat musik ini selalu dipakai dalam setiap kegiatan kebudayaan, terutama upacara-upacara adat yang penting. Namun di tengah kemajuan jaman, keberadaan Gamelan mulai pudar. Terutama pada ahli pembuat Gamelan. Tak sembarang orang bisa membuat perangkat alat musik Jawa ini. Dari segelintir pembuat Gamelan, Desa Wirun Sukoharjo masih berusaha melestarikannya.
Obyek Wisata
Jauh dari hiruk pikuk kehidupan modern, Desa Wirun berada di salah satu pelosok Kabupaten Sukoharjo. Desa ini telah melekat erat dengan Gamelan sejak jaman nenek moyang. Dahulu kala Desa Wirun terkenal sebagai desa Pengrawit (pemain Gamelan). Setiap upacara adat selalu diselenggarakan dengan menabuh Gamelan. Tak heran jika Kehidupan seni Budaya Jawa telah mendarah daging pada penduduk desa ini. Namun kemajuan jaman rupanya juga ikut mengikis kebudayaan. Sehingga tak sedikit pembuat Gamelan dan Pengrawit yang undur dari dunia Kesenian Jawa. Oleh karena itu berbekal penguasaan ilmu Gendhing Jawa, 50 tahun yang lalu Desa Wirun berubah menjadi Desa Pengerajin Gamelan. Salah satu sentra pembuatan Gamelan yang ada di tanah Jawa.
Tak banyak yang bisa Anda nikmati di desa ini. Kecuali alamnya yang masih asri nan sejuk, suasana yang tentram jauh dari hiruk pikuk kehidupan modern, serta kehidupan sederhana khas ala desa. Tentu saja Anda juga akan menikmati ledakan suara-suara tempaan kuningan, suara khas dari proses pembuatan Gamelan.
Pembuatan Gamelan di Desa Wirun secara keseluruhan masih menggunakan teknik tradisional. Mengingat perangkat alat musik Jawa ini memiliki tingkat kesulitan dan ketelitian yang sukup tinggi. Walaupun untuk beberapa tahap juga menggunakan alat bantu modern. Setiap perangkat Gamelan diset dengan tingkat akurasi nada yang luar biasa. Karena keunikan nada-nya yang berbeda dengan alat musik Eropa, maka penggarapannya harus menggunakan teknik khusus. Nada dari setiap perangkat Gamelan yang sudah pas, akan bertahan bahkan sampai ratusan tahun. Sehingga tidak perlu set ulang seperti alat musik kebanyakan. Luar biasa, bukan?

Sebanyak kurang lebih 25 set perangkat Gamelan (kecuali Kendhang) diperlakukan demikian. Di sisi lain, 1 set perangkat Gamelan memiliki 6-8 nada. Proses pembuatan Gamelan ini harus dikerjakan oleh orang yang cukup ahli. Sehingga proses pengerjaan seperangkat Gamelan (25 set) memakan waktu yang lebih lama dari pembuatan Wayang Kulit. Yaitu sekitar 1 tahun. Di Desa Wirun inilah Anda bisa menyaksikan pengerjaan karya seni yang luar biasa ini secara langsung.
Nama Desa Wirun sebagai pembuat Gamelan sudah terkenal sampai ke mancanegara. Beberapa negara terkenal bahkan telah memesan perangkat alat musik Jawa ini. Seperti Amerika, Belanda, Jerman, Inggris, dan Jepang. Desa Wirun ini juga telah mengikuti berbagai pameran kebudayaan di ranah Internasional. Oleh karena itu, semenjak beberapa tahun silam Desa Wirun telah menjadi desa wisata budaya.
Bagi Anda yang menyukai kebudayaan, Desa Wirun sangat cocok untuk Anda kunjungi. Para penduduknya akan dengan senang hati menyambut Anda dengan ramah. Anda bisa menanyakan apapun seputar Gamelan, Gendhing Jawa (musik Jawa), dan Langgam (lagu) kepada para penduduk dan pengerajin. Jika beruntung, Anda akan menyaksikkan tahap akhir peoses pembuatan Gamelan yang mengagumkan. Yaitu setting nada Gamelan yang dilakukan secara teliti dan masih menggunakan cara tradisional.
( Sumber : wisata.javaindonesia.org )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.