Media Di Persimpangan Industri Dan Idealisme (WKWK Edisi 9 Februari 2017)

Kota Cirebon (89,2 CR) - Program Warung Kopi Wa Kampleng (WKWK) hadir kembali pada Kamis, 9 Februari 2017 dengan tema " Media Di Persimpangan Industri Dan Idealisme " . Hadir dari Rekan - rekan Pers Media Cetak, Media Online, Media TV & Media Radio, Seniman Teater, hingga Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik.
Adapun beberapa kutipan yang disampaikan oleh narasumber adalah sebagai berikut :
" Pers sangat membantu sekali, hari pers sebagai momentum untuk mengevaluasi, sinergitas harus terus dikembangkan, sebagai sosial kontrol, sebagai mitra, dan publikasi program. Kami tidak anti kritik ". Iing Daiman (Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik).
" Media memang harus memiliki idiealisme namun tetap memperhatikan industrinya. Persaingan media saat ini sudah sangat terasa, membuat kemasan yang menarik namun tetap mengedepankan profesionalisme itu yang harus dilakukan oleh media di Cirebon. Terkadang narasumber sulit dihubungi saat merasa dirugikan. Harus ada komunikasi yang intens antara wartawan dan narasumber ". Agus Arifin (Fajar Cirebon).
" Wartawan sebagai pilar demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Informasi yang di hasilkan dari industri media banyak mempengaruhi masyarakat, pemerintah dan lainnya ".
Wawan Supramuka (Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik DKIS)
" Terima kasih kepada pers yg telah mensosialisasikan kegiatan - kegiatan seni melalui medianya ". Bobby Kardi (Seniman Teater)
" Ada persoalan di industri media, ketika mengedepankan idealisme maka industri juga harus tetap berjalan. Kuncinya media harus tetap netral, dan pemberitaan itu harus mencerdaskan, tidak provokatif dan bermanfaat dalam tulisanya ". Dudung Abdul Hakim (Kabar Cirebon).
" Sejauh ini media di Cirebon tidak ada yang provokatif. Wajar jika pejabat publik sering dikritik namun harus berfikiran positif bahwa pers sebagai pengingat. Media juga harus tetap netral dan harus tetap berada dalam koridor sebagai fungsi kontrol ". Lili Eliyah (Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon).
" Hari pers nasional merupakan bahan evaluasi untuk rekan - rekan media agar bisa lebih profesional dan tetap pada koridornya yaitu menjadi fungsi kontrol baik pemerintah dan masyarakat ". Ma'ruf Nuryasa (Sekdis DKIS).
" Pers juga harus mengedepankan idealisme namun harus tetap memajukan industrinya, tentunya melalui income dari pemberitaan atau iklan ". Ryan Haryanto (Radar Cirebon TV).
" Ketika media bertahan idealis maka akan tergerus, media harus tetap sebagai fungsi kontrol ". Andik (Gragepolitan.com).
Simak dan dengarkan terus Babak Warung Kopi Wa Kampleng di 89,2 FM Cirebon Radio setiap Kamis jam 20.00 WIB








Tidak ada komentar
Posting Komentar