PKL Apakah Mengganggu Atau Terganggu ? (WKWK Edisi 2 Maret 2017)
Kota Cirebon (89,2 CR) - Program Warung Kopi Wa Kampleng (WKWK) hadir kembali pada episode ke 21, Kamis, 2 Maret 2017 dengan tema " PKL, Apakah Mengganggu Atau Terganggu ? " . Hadir dari Forum Saresehan, Pengamat Sosial, Anggota DPRD Komisi B, Anggota DPRD Komisi C, dan Ketua DPRD Kota Cirebon.
Adapun beberapa kutipan yang disampaikan oleh narasumber adalah sebagai berikut :
Adapun beberapa kutipan yang disampaikan oleh narasumber adalah sebagai berikut :
" Pemerintah jangan sampai terlambat bergerak mencari lokasi sebelum merelokasi. Tempat relokasipun seharusnya terus dipantau agar tidak ditempati orang yang salah dan terpantau perawatannya ". Jafarudin ( Anggota DPRD Komisi C Kota Cirebon ).
" PKL butuh penataan bukan hanya relokasi, tapi juga penataan waktu yg tepat, waktu dimana masyarakat Kota Cirebon pergi keluar untuk mencari sesuatu setelah beraktivitas." Wawan Hermawan ( Pengamat Sosial dari Forum Sarasehan Cirebon ).
" Terkadang Parkir yang membuat PKL jadi tambah semrawut. Jadi direlokasi ataupun tidak, penataanya harus sudah mencakup lahan parkir dan kebersihannya." Diana Sastra ( Seniman Dangdut Cirebonan ).
" Butuh kajian yang serius mengenai sosiologis dan psikologis para PKL, karena terbukti usaha PKL yang tanpa campur tangan pemerintah jauh lebih diminati." Sutan Aji ( Pengamat Sosial ).
" Ada tiga solusi untuk PKL ; 1. Bagaimana mengakomodir. 2. Bagaimana penyediaan lahan di sekitar pasar tradisional. 3. Pemerintah mengubah mindset PKL menjadi pedagang kreatif." Dani Mardani (Anggota DPRD komisi B Kota Cirebon)
" Saya termasuk orang yang tidak setuju terhadap penggusuran PKL, apalagi secara paksa. Kota Cirebon harus diatur lagi tata ruangnya. Dan pemerintah harus bersama mencari solusi terbaik dalam relokasi karena idealnya Pemerintah mengatur, memberikan pendampingan, dan menyediakan tempat." Edi Suripno (Ketua DPRD Kota Cirebon)
" Terkadang Parkir yang membuat PKL jadi tambah semrawut. Jadi direlokasi ataupun tidak, penataanya harus sudah mencakup lahan parkir dan kebersihannya." Diana Sastra ( Seniman Dangdut Cirebonan ).
" Butuh kajian yang serius mengenai sosiologis dan psikologis para PKL, karena terbukti usaha PKL yang tanpa campur tangan pemerintah jauh lebih diminati." Sutan Aji ( Pengamat Sosial ).
" Ada tiga solusi untuk PKL ; 1. Bagaimana mengakomodir. 2. Bagaimana penyediaan lahan di sekitar pasar tradisional. 3. Pemerintah mengubah mindset PKL menjadi pedagang kreatif." Dani Mardani (Anggota DPRD komisi B Kota Cirebon)
" Saya termasuk orang yang tidak setuju terhadap penggusuran PKL, apalagi secara paksa. Kota Cirebon harus diatur lagi tata ruangnya. Dan pemerintah harus bersama mencari solusi terbaik dalam relokasi karena idealnya Pemerintah mengatur, memberikan pendampingan, dan menyediakan tempat." Edi Suripno (Ketua DPRD Kota Cirebon)
Simak dan dengarkan terus Babak Warung Kopi Wa Kampleng di 89,2 FM Cirebon Radio setiap Kamis jam 20.00 WIB









Tidak ada komentar
Posting Komentar