Inflasi Di Jawa Barat Tahun 2018 Diprediksi Naik Sampai 4,2 Persen
Kota Cirebon (89,2 CR) - Tim Percepatan Inflasi Daerah (TPID) Jawa Barat memprediksi inflasi pada tahun 2018 bakal mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan pengaruh dari kenaikan harga kebutuhan pokok terutama harga beras yang jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Upaya agar inflasi tidak naik signifikan dengan melakukan operasi pasar beras dan bazar beras.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat, menjelaskan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir kenaikan inflasi disebabkan naiknya harga beras.
Terbukti bedasarkan Survei Produk harian (SPH) bulan Januari ini naiknya harga beras berpengaruh dengan kenaikan inflasi sebesar 0,48 persen.
" Sudah hampir lima tahun terakhir, pada bulan Januari sampai Maret jika harga beras naik maka inflasi akan ikut naik, maka segala upaya dilakukan agar kenaikan tidak terlalu tinggi, " ungkapnya kepada awak media usai Capacity Building TPID Se-Jawa Barat, Jum'at (26/1/18).
Harga beras di Jawa Barat rata-rata jauh dari harga HET yang ditetapkan Pemerintah. Upaya yang dilakukan Bulog dengan Pemerintah setempat dengan melakukan operasi pasar ternyata tidak berdampak kepada penurunan harga beras, maka dari itu pihaknya meminta Satgas Ketahanan Pangan bergerak untuk mengantisipasi kenaikan harga agar tidak semakin tinggi.
" Rata-rata harga beras kenaikannya dua ribu sampai tiga ribu, padahal HET hanya sembilan ribu perkilo untuk beras kualitas biasa. Kami sudah berkoordinasi kepada Dinas terkait agar Satgas ketahanan pangan ini bergerak, jangan sampai dibiarkan akan berpengaruh pada kenaikan semakin tinggi, " tambahnya.
Masih kata Wiwiek, informasi bulog akan membagikan Beras Rastra diharapkan bisa merata kepada masyarakat agar inflasi di Jawa Barat bisa ditekan. Pada tahun ini dirinya memprediksi kenaikan inflasi diperkirakan mencapai 4,2 persen dari 3,6 persen.









Tidak ada komentar
Posting Komentar