Jafarudin Minta Mantan Ketua Jangan Campuri Kepengurusannya
Kota Cirebon (89,2 CR) - Ketua DPC Hanura Kota Cirebon yang baru Jafarudin meminta kepada mantan ketua dan sekretaris berkomunikasi dengan DPD dan DPP dari pada harus membuat kubu bahkan sampai menganggu kepengurusan Hanura yang baru. Dirinya mengancam akan membuat surat Pergantian Antar Waktu (PAW) kepada kader sudah membangkang keputusan pusat.
" Harusnya Een Rusmayati dan Yayan Sofyan mendatangi kantor DPD dan DPP untuk meminta maaf atau berusaha tidak di PAW, daripada masih mengurus kader PAC atau menganggu kepengurusan pusat. Kalau ternyata mengganggu saya akan buat surat PAW kepada dua kader Hanura tersebut, " tegas Jafarudin kepada awak media, Jum'at (26/1/18).
Jafarudin menjelaskan, dalam rapat pleno di DPD beberapa hari lalu memutuskan memecat ketua DPC Hanura Kota Cirebon Een Rusmiyati dan mengganti dengan dirinya. Alasan DPD melakukan itu karena Een dianggap tidak fatsun kepada partai dan sudah makar dengan keputusan di pusat.
Masih kata Jafarudin, dalam rapat Pleno itu juga disampaikan bahwa ketua DPC Hanura yang baru harus secepatnya membentuk kepengurusan, bagi kader yang membangkang akan dipecat, dan bagi kader yang sudah makar akan dikenakan sangsi berupa sangsi serta PAW bagi anggota dewan.
" Dalam keputusan itu sudah jelas, jadi sudah tidak ada keraguan lagi. SK rencananya akan secepatnya diambil, " tambahnya.
Susunan kepengurusan yang baru untuk jabatan sekretaris akan diganti dari Yayan Sofyan menjadi Rudi Pramadi, jabatan bendahara dipegang oleh Sarka dan dua PAC yakni Harjamukti dan Kesambi diserahkan kepada ketua PAC Lemahwungkuk, Pekalipan, dan Kejaksan.









Tidak ada komentar
Posting Komentar