Header Ads


Demiz Prihatin Pengrajin Batik Trusmi Terus Berkurang

Kab Cirebon (89,2 CR) - Calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar berjanji akan memberikan perhatian lebih kepada pengrajin batik di daerah Trusmi, Kabupaten Cirebon. Pasalnya saat ini pengrajin batik di Trusmi sudah jarang, kalau pun ada jumlahnya tidak banyak. Padahal Kabupaten Cirebon akan menjadi kota tujuan wisata dengan kemudahan akses transportasi darat dan udara.

Demiz panggilannya mengatakan, Cirebon sudah cukup terkenal, salah satunya batik Mega Mendung yang sudah mendunia. Kunjungan wisatawan di Cirebon terus mengalami peningkatan, terutama saat weekend. Hal ini di sebabkan adanya tol Cipali, apalagi akan ada kereta api semi cepat dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang akan  beroperasi pertengahan 2018 mendatang.

"Sangat bagus kalau ada transportasi yang lebih cepat, karena akan lebih mudah untuk berkunjung ke daerah Cirebon.” ungkapnya. ungkap Dedi saat diwawancarai, kamis (8/3/18).

Semakin banyaknya wisatawan, tentu semakin banyak berkunjung di Cirebon. Dedi juga mengharapkan adanya regenerasi pengrajin batik, sehingga tidak mengambil dari luar. Diperlukan pelatihan dari pengrajin batik yang sudah senior, dan difasilitasi oleh pemerintah setempat. Kedepan rencana ini akan diwujudkan jika terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat.

"Cirebon tidak hanya kulinernya aja yang dikenal oleh wisatawan, namun batik juga sangat dikenal oleh para wisata nasional maupun internasional.  Tidak hanya dikenal di Mancanegara. Batik juga sudah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO," tambahnya.

Karena nilai ekonomi batik sudah jelas, bahkan akan memiliki nilai yang lebih menguntungkan. Menurut Dedi, mengenai modal sekiranya ada kalo memiliki Kredit Cinta Rakyat (KCR)  lebih murah dari  Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi belum ada yang mengurus. Sekarang punya ratusan milyar itu lebih dari cukup untuk memodali pengrajin batik.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.