Bank Indonesia Ajak Masyarakat Budayakan Transaksi Nontunai
Kota Cirebon (89,2 CR) - Bank Indonesia menginginkan transaksi elektronifikasi kepada masyarakat terealisasikan. Sebab manfaat dari pembayaran Non Tunai (transaksi elektronifikasi) salah satunya mengantisipasi pengedaran uang palsu di Indonesia.
Sebenernya E-money (uang elektronik) dengan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) berbeda, namun sama-sama transaksi nontunai. Perbedaan disini hanya di data transaksi tersebut.
"Uang elektronik itu hanya dalam bentuk kartu saja, yang apabila hilang atau ditemukan orang lain, kartu tersebut hangus, contohnya seperti kartu E-Tol dan top up" tutur Abdul Rahman selaku unit SPKI, Kamis (19/04/2018).
Berbeda dengan ATM jika hilang, pemilik bisa menghubungi pihak Bank yang bersangkutan. Karena data yang punya ATM sudah ter record di bank, sehingga isi ATM atau saldo tidak hangus.
Manfaat E-money tidak hanya mengurangi pengedaran uang palsu, tatapi juga mengurangi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dikalangan birokrasi. Sebab jika melakukan transaksi haram, akan terlacak oleh bank yang bersangkutan. Juga memudahkan pembayaran jarak jauh.
Tetapi bagi masyarakat menengah kebawah, E-money masih hal yang tabu. Karena masih banyak yang belum mengerti mengenai transaksi nontunai. Hal ini tentunya, sebagai pekerjaan rumah untuk pemerintah daerah yang akan datang.









Tidak ada komentar
Posting Komentar