Header Ads


TOS, Inovasi Warga Dukupuntang Untuk Sampah Rumah Tangga

Kab Cirebon (89,2 CR) - Sampah rumah tangga setiap hari kian banyak, masyarakat ada yang membuang namun ada yang membakar. Saat dibakar sampah tersebut berserakan kemana mana, atas kondisi ini warga Desa Cangkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, menciptakan alat pembakaran sampah yang disebut Tempat Obong Sampah (TOS).

Enon sapaan akrab Suhanan mengatakan inspirasi membuat TOS dari keprihatinannya melihat banyak sampah yang tidak mudah terurai dalam waktu cepat, dibakar warga namun nampak berserakan. Dengan TOS sampah yang dibakar bisa lebih rapih dan tidak tercecer. Masyarakat juga bisa menggunakannya berkali-kali.

"Di wilayah kami banyak sampah plastik menumpuk di kebun pinggir jalan, hingga sungai. Warga membakar tapi justru merusak pemandangan, dengan alat yang diberinama TOS sampah dibakar tidak beserakan lagi," ungkap Enon di kediamannya, Jum'at, (27/7/18).

TOS yang dapat menampung 50-60 kg. Diakuinya buatannya ini belum sempurna, namun alat ini sudah bisa digunakan di rumah sendiri untuk membakar sampah rumah tangga. TOS ini mempunyai tiga ruangan, ruangan bagian bawah untuk menampung abu pembakaran. Kemudian untuk ruang kedua atau tengah untuk menampung sampah yang sudah dilapisi almunium.

"TOS ini ada tiga ruangan, semua ruangan bisa bermanfaat membakar sampah yang sulit terurai. TOS juga bisa menampung banyak jadi cocok buat di rumah," tambahnya.

Lanjut dia, untuk sampah basah pun bisa terbakar menggunakan TOS, seperti popok bayi atau daun-daun basah. Karena, suhu panas yang dihasilkan oleh TOS ini selalu stabil, sehingga sampah basah akan kering dan ikut terbakar. Enon mengklaim, kekuatan TOS ini bisa bertahan hingga tiga tahun. Sehingga sangat cocok untuk di kantor, sekolahan, maupun rumahan.

“Cara membakarnya mudah, cukup menggunakan kertas atau oli bekas. Dan, untuk ukurannya tidak memakan tempat,” ungkapnya. [Wlk]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.