Header Ads


Pemkot Cirebon Berusaha Pertahankan Lahan Pertanian

Kota  Cirebon (89,2 CR) - Pemerintah Kota Cirebon berusaha mempertahankan lahan pertanian yang sudah ada. Jika lahan pertanian dirubah menjadi perumahan maka cadangan pangan di Kota Cirebon akan terganggu. Demikian dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), M Arif Kurniawan ST.

"Kota Cirebon ini kecil, lahan pertaniannya tidak luas, maka harus dipertahankan, karena berkaitan dengan cadangan pangan, " katanya di ruang kerjanya, Senin (3/9/18).

Lahan pertanian di Kota Cirebon lanjut Arif, hanya ada 2-4 hektare, lahan tersebut terbagi di beberapa wilayah, yang paling banyak berada di Kecamatan Harjamukti dan Kesambi. Dari jumlah yang ada, ada beberapa lahan produktif yang masih digarap oleh kelompok tani. Meski hasilnya tidak banyak, namun cukup untuk pasokan pangan di Kota Cirebon.

"Di Argasunya itu ada lahan pertanian yang produktif. Kota Cirebon tidak luas lahan pertaniannya. Tapi dengan hasil yang ada sudah sangat cukup, " tambahnya.

Pemkot Cirebon sempat mengalokasikan dana untuk pembebasan lahan pertanian karena keterbasan anggaran, sedangkan tanah di Kota Cirebon harganya cukup mahal. Dari perhitungannya butuh anggaran lebih dari 400 Miliar untuk bisa membebaskan lahan di kota Cirebon dan tercapai Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 20 persen.

"Sekarang ini jelas RTH sudah ada 11 persen, tersisa 9 persen, sisanya itu lahan pertanian. kalau dihitung dari luas Kota Cirebon diambil 9 persen, maka ada 400 hektare, jika 1 hektare harganya 1 Miliar, maka butuh 400 Miliar, " ujarnya. 

Oleh sebab itu Pemkot Cirebon akan mempertahankan lahan yang ada khususnya di wilayah utara Kota Cirebon. Di daerah ini tidak diizinkan perumahan masip, namun masih diperbolehkan perumahan untuk masyarakat. [Wlk]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.