Header Ads


Balong Keramat Tuk Pangeran Mancur Jaya


KAB CIREBON ( 89,2 CR )Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya yang terletak di Jalan Cideng Jaya, RT 20/RW 04, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, merupakan salah satu dari sekian tempat keramat yang ada di Cirebon yang  cukup menarik untuk diketahui dan dikunjungi.
Raden Mas Suparja, Juru Kunci Balong Keramat Tuk Pangeran Mancur Jaya mengatakan balong keramat tersebut tidak lepas dari sejarah perkembangan Islam di tanah Cirebon, dengan segala keunikan, dan segala mitosnya yang begitu dikenal warga sekitar dan luar Cirebon tentang balong itu.
Balong keramat itu, ada sekitar abad 15, saat itu wilayah Cirebon dilanda kekeringan yang sangat hebat, yang hampir melanda seluruh wilayah Cirebon.
“Pangeran Matangajimat, Pangeran Jakatawa dan Pangeran Mancur Jaya yang membahas kekeringan yang melanda Cirebon. Ketiganya, akhirnya sepakat untuk mencari sumber mata air,” kata Raden Mas Suparja, belum lama ini, ditemui di rumahnya.
Sambil mencari sumber mata air, kata dia, ketiga pangeran itu pun terus menyebarkan ajaran agama Islam ke seluruh pelosok Cirebon.
“Perjalanan ketiga pangeran itu, akhirnya sampai ke wilayah barat Cirebon dan menemukan sebuah pohon yang rimbun. Belakangan diketahui pohon tersebut disebut-sebut tempat berteduhnya Pangeran Cakrabuana atau Pangeran Walangsungsang yang juga dikenal Mbah Kuwu Cirebon Girang,” katanya.
Dia  menambahkan saat berada di lokasi itu ketiga pangeran terkejut melihat fenomena alam berupa rembesan air yang keluar dari bawah pohon itu. Ketiga pangeran itu pun selanjutnya  mencari sumber air rembesan.
“Namun tak juga ditemukan. Akhirnya mereka sepakat semedi dan berdoa meminta petunjuk.
Saat semedi dan berdoa, tiba-tiba terdengar suara tanpa wujud yang menyuruh ketiga pangeran untuk mengangkat kayu yang mereka duduki. Kayu itu supaya diketukkan ke tanah,” katanya.

Bunyi kayu yang mengenai tanah itu berbunyi ‘tuk’, katanya, kemudian daerah ini dikenal dengan nama Desa Tuk. Selain menimbulkan bunyi ‘tuk’, ketukan kayu ke tanah juga berhasil menyemburkan sumber mata air.
“Adanya sumber air itu, akhirnya menjadi jawaban krisis air yang terjadi di wilayah Cirebon. Air pun menggenang di sebuah balong, yang tidak pernah kering walau pun musim kemarau sekali pun,” katanya.
Dia menambahkan, banyak warga yang mengambil air dari balong ini dan setiap yang mengambil air dari balong itu mesti mengucapkan Syahadat dan Selawat.
“Syaratnya bagi warga yang mau mengambil air di balong itu, mesti mengucapkan Syahadat dan Selawat. Sampai saat ini, persyaratan itu tetap dilakukan, jadi kalaupun orang non-Islam mau mengambil air dari balong keramat itu, maka mesti penuhi persyaratan itu,” katanya ( RED - CR )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.