Header Ads


Gamelan Sekaten Dimainkan Hanya Dua Kali Setahun

LEMAHWUNGKUK, (89.2-CR).- Tanah Jawa terkenal akan kekayaan budayanya mulai dari seni musik, wayang, seni ukir, batik, kuliner dan sederet budaya lainnya yang telah berusia ratusan tahun. Dalam seni musik, gamelan adalah salah satu budaya dan menjadi simbol budaya kebanggaan tanah Jawa yang telah ada sejak jaman animisme atau sebelum agama Hindu masuk ke Nusantara.

Di antara seni gamelan yang ada, terdapat Gamelan Sekaten yang dibuat dan dipopulerkan oleh para wali/sunan penyebar agama Islam di tanah Jawa, yang digunakan sebagai media 'dakwah' pada saat itu. Para wali ini menggunakan gamelan sebagai media dakwah karena mayoritas masyarakat pada saat itu sangat menggemari seni baik seni tari yang diiringi gamelan maupun wayang.

Namun berbeda dengan gamelan pada umumnya, saat ini gamelan sekaten hanya dimiliki oleh kerajaan-kerajaan Islam di Tanah Jawa. Seperti dituturkan Sultan Kasepuhan Cirebon, Arief Natadiningrat, saat ini yang memiliki gamelan sekaten adalah Kesultanan Yogya, Kesultanan Solo, Kesultanan Kasepuhan Cirebon dan Kesultanan Kanoman Cirebon.

Menurut Sultan Arief, setiap kesultanan memiliki tradisi yang berbeda dalam memainkan gamelan tersebut. Seperti di Kesultanan Kasepuhan Cirebon, gamelan sekaten hanya dibunyikan dua kali dalam satu tahun, yaitu pada saat hari raya 'Idul Fitri dan hari raya 'Idul Adha. "Jadi sehabis sholat 'ied gamelan tersebut dibunyikan hingga menjelang masuk waktu dzuhur," tutur Sultan.

"Gamelan sekaten ini sudah berumur 600 tahun, merupakan peninggalan para wali. Hingga saat ini masih terawat dengan baik dan masih dimainkan dua kali dalam satu tahun," kata Sultan.

Karena dibuat pada zaman para wali dan usianya yang sudah 600 tahun maka masyarakat sering mengkultuskan gamelan sekaten sebagai benda yang memiliki kekuatan khusus. Seperti merebaknya isu yang muncul seputar gamelan sekaten/gong sekaten menurut Sultan Arief hal itu sudah berlansung lama dan berulangkali terjadi. Arief berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu yang belum jelas terbukti kebenarannya. (Us/CR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.