Meningkatkan Minat Baca di Kalangan Pelajar
Membaca adalah suatu cara untuk
mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca,
semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan, walaupun terkadang
informasi itu kita dapatkan secara tidak langsung. Banyak orang bilang,
buku itu merupakan jendela dunia. Mengapa demikian? Karena buku itu
sendiri dapat membuka wawasan yang sangat luas. Tidak hanya informasi
yang ada dalam negeri yang didapatkan, melainkan informasi tentang
dunia, bahkan alam semesta. Di arti lain, buku merupakan jendela dunia,
tanpa kita harus menginjakkan kaki di negera lain, kita sudah bisa
mengetahui bagaimana negara itu sendiri dengan membaca. Contohnya, kita
yang berada di Indonesia tidak perlu jauh-jauh pergi ke Paris untuk
melihat bagaimana suasana kota tersebut, cukup dengan membaca kita sudah
bisa terbawa suasana seakan kita sedang berada di Paris.
Membaca memiliki
sangat banyak tujuan. Selain mendapatkan informasi, membaca juga dapat
membuka wawasan yang sangat luas. Membaca juga merupakan kunci untuk
membuka pintu gerbang kesuksesan. Tiada orang di dunia ini yang sukses
tanpa membaca. Membaca juga merupakan sarana untuk menuntut ilmu
pengetahuan. Ilmu pengetahuan di dunia ini sangat banyak dan tak
terbilang. Maka membaca perlu dibiasakan sejak dini. Semakin sering kita
membaca akan semakin sulit bagi kita untuk tidak membaca. Membaca itu
sendiri tidak harus membaca buku ilmiah seperti Fisika, Biologi,
Sejarah, Ekonomi dan lain sebagainya. Buku cerita, cerpen, novel,
artikel dan majalah pun boleh boleh saja. Buku-buku tersebut juga
memiliki manfaat dan informasi seperti halnya buku-buku ilmiah. Namun,
sebagian dari mereka memiliki informasi yang tidak tersampaikan secara
langsung. Membaca juga dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Di
zaman yang sudah canggih kali ini, membaca juga tidak perlu harus
membeli buku. Bahkan membaca buku di internet sudah sangat
memungkinkan. Beberapa dari buku sekolah juga sudah ada yang dibeli oleh
pemerintah untuk dapat dipublikasikan secara gratis melalui media internet.
Namun amat
sangat disayangkan, dewasa ini jarang kita temukan pelajar yang gemar
membaca. Mengisi ruang waktu yang luang untuk membaca. Malah kebanyakan
dari mereka lebih memilih untuk main game, pergi ke warnet,
jalan-jalan bersama teman keluar rumah. Tapi, masih ada juga sebagian
dari mereka yang menanamkan sikap gemar membaca. Ada yang memiliki
kegemaran membaca buku ilmiah, dan aja juga yang memiliki kegemaran
membaca buku fiksi. Namun, itu tak menjadi masalah. Selagi mereka masih
dapat memanfaatkan waktu luang dengan mengisi hal-hal yang bermanfaat,
seperti membaca atau belajar.
Menuju ke inti pembicaraan.
Sekarang bagimanakah cara untuk meningkatkan minat baca itu sendiri di
kalangan pelajar yang semakin sedikit memiliki kegemaran membaca.
Sebenarnya usaha ini penting untuk dilaksanakan oleh pemerintah, agar
semakin banyak pelajar yang berbibit unggul dan berguna untuk bangsa dan
negara di masa yang akan datang. Sebenarnya, sangat baca cara yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca para pelajar. Diantaranya,
tersedianya perpustakaan yang dikelola dengan baik. Bicara
terkait dengan budaya membaca, tidak lepas dengan adanya peran penting
sebuah perpustakaan terlebih di lingkungan sekolah. Sebuah perpustakaan
harus memberikan pelayanan dan manajemen yang baik dalam memberikan
kebutuhan referensi siswa di sekolah. Jika perpustakaan adalah sebuah
produk maka ia harus menjamin kualitasnya dengan baik. Pustakawan juga
harus cerdas dalam menganalisa koleksi buku apa yang di inginkan dan
disuka oleh pelajar jika perlu dilakukan penelitian atau request.
Yang kedua, promosi gerakan gemar membaca di lingkungan sekolah. Cara
untuk melakukan promosi ini bisa bekerjasama dengan pihak kepala
sekolah bersama jajaranya. Akan lebih baik lagi jika kepala sekolah,
guru, dan staff sekolah menjadi orang pertama yang mengawali gerakan
gemar membaca di sekolahnya. Bisa juga membuat baliho atau spanduk di
sekitar sekolah yang berisi seruan rajin membaca misalnya “Kami Ingin
Pintar makanya Kami Suka Membaca” , “Ingin jadi Juara dan Berprestasi ?
Rajinlah Membaca” begitu dan sejenisnya. Cara lain bisa
juga dengan cara kebijakan sekolah yang mewajibkan semua siswa pada
seminggu sekali atau dua kali diwajibkan untuk membaca sebuah buku di
perpustakaan yang kemudian memerintahkan mereka untuk merangkum buku
yang dipinjam serta menjelaskan apa poin penting dari buku yang sudah
mereka baca. Jangan terlalu sering menyalahkan para
siswa malas membaca jika para guru di sekolah sendiri tidak pernah
memberikan contoh bahwa para guru juga gemar membaca.
Yang ketiga, memberikan penghargaan untuk mereka yang rajin membaca. Caranya
bisa dilakukan dengan kerjasama antara pihak perpustakaan dan kepala
sekolah melalui kebijakan. Hadiah tersebut bisa diberikan kepada siswa
yang paling sering meminjam buku di perpustakaan. Namun perlu dicatat
bahwa pemberian hadiah ini juga harus dilihat bukan hanya pelajar yang
hanya suka meminjam buku perpustakaan saja tapi harus dilihat
prestasinya.Ini penting supaya pelajar tidak hanya mengejar supaya dapat
hadiah kemudian mereka hanya sering pinjam buku tapi tidak pernah
membacanya. Jadi ada semacam ketentuan berlaku disini bahwa yang
mendapatkan hadiah adalah mereka yang rajin meminjam buku yang kemudian
diikuti dengan peningkatan prestasi setelah rajin membaca.
Keempat, menyediakan buku murah. Atau
dengan menyelenggarakan pameran buku. Seperti yang ada di Cairo beberapa
bulan lalu. Selain menyediakan buku-buku baru, juga sebaiknya
menyediakan buku-buku bekas yang berharga murah namun masih dalam
kondisi yang bagus. Sehingga pengunjung terutama pelajar, punya
keinginan untuk membeli buku yang murah dan membacanya.
Kelima, pengemasan buku yang menarik.
Tidak hanya kemasan dari luar saja, kemasan dalam segi isi buku juga
diperlukan. Kebanyakan para pelajar suka membaca buku fiksi seperti
komik dan novel. Dan kebanyakan dari mereka juga tidak suka
membaca buku ilmiah karena dianggap membosankan. Seperti buku sejarah.
Mereka menganggap buku sejarah itu menyebalkan dan memusingkan, walaupun
sebenarnya buku sejarah itu berisi tentang cerita dan kejadian-kejadian
penting di masa lalu. Hal itu terjadi karena kata-kata yang ada di
dalam buku sejarah kadangkala sulit dimengerti oleh siswa, selain itu
nama-nama dan tanggal-tanggal yang ada di dalamnya juga membuat mereka
jenuh. Lalu, bagimana jika sejarah itu dikemas dalam bentuk yang menarik
dan berbeda. Seperti dijadikan suatu komik yang disertai dengan
ilustrasi gambar. Atau dikemas dalam bentuk novel, yang hanya fokus
terhadap jalan cerita dan tidak banyak mencantumkan tanggal-tanggalnya.
Dan yang terakhir, perpustakaan atau
toko buku sebaiknya tidak hanya menyediakan buku-buku ilmiah saja.
Melainkan menyediakan buku hobby dan buku fiksi yang banyak
digemari para pelajar. Amat sangat menyenangkan bagi mereka jika
membaca buku tentang kegemaran yang mereka miliki. Dan informasi dari
buku tersebut lebih mudah mereka dapatkan.
Nah, hanya demikian yang dapat saya
sampaikan. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kesimpulan yang
dapat saya tarik dari uraian yang saya sampaikan yaitu, sangat banyak
cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca. Yang paling
utama adalah, motivasi dan niat dari dalam hati untuk membaca. Membaca
dapat menambah meningkatkan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan. Ilmu
pengetahuan dan wawasan yang luas dapat mengantarkan kita menuju pintu
gerbang kesuksesan.( dikutip dari kompasiana )








Tidak ada komentar
Posting Komentar