Peringatan Maulid Nabi di Pasarean Gegunung di Desa Gegunung, Kecamatan Sumber
KABUPATEN CIREBON (89,2 CR) - Sultan Sepuh ke XIV PRA. Arief Natadiningrat melepas tradisi arak-arakan dalam rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pasarean Gegunung di Desa Gegunung, Kecamatan Sumber, Kamis (30/01/2014)
Ribuan masyarakat dari Cirebon maupun luar Cirebon tumpah ruah di kompleks pemakaman para kerabat atau keturunan Keraton Kesepuhan Cirebon, untuk menyaksikan prosesi muludan dan haul Pangeran Pasarean.
Dalam acara itu digelar arak-arakan karnaval mulai dari dua kereta paksi Nagaliman, pasukan prajurit keraton hingga barisan pedagang dan petani yang membawa hasil bumi. Dalam karnaval tersebut juga diarak sebuah kendi dibalut kain putih berisikan banyu Panguripan.
Kuncen situs Pangeran Pasarean, Raden Hasan Ashari mengatakan tradisi muludan yang digelar tersebut merupakan pelestarian budaya tradisional serta ajaran Pangeran Pasarean.
Gelaran Arak-arakan ini merupakan kirab ngunjung buyut sebagai rasa syukur atas kearifan lokal dan hasil bumi yang telah didapatkan masyarakat. Dan tradisi semacam ini masih tetap dilakukan sesuai wasiat leluhur.
Sultan sepuh dalam sambutannya mengajak masyarakat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk mentauladani Rasulullah adalah suri Tauladan kita semua. Sudah sepatutnya kita untuk mencontoh sifat-sifat yang dimiliki Rasulullah.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Keraton Kacirebonan yang mewakili Sultan PR Abdul Gani Natadiningrat SE, dan Perwakilan dari keraton Kanoman, serta Muspika dan masyarakat sekitar.(Jums-CR).
Ribuan masyarakat dari Cirebon maupun luar Cirebon tumpah ruah di kompleks pemakaman para kerabat atau keturunan Keraton Kesepuhan Cirebon, untuk menyaksikan prosesi muludan dan haul Pangeran Pasarean.
Dalam acara itu digelar arak-arakan karnaval mulai dari dua kereta paksi Nagaliman, pasukan prajurit keraton hingga barisan pedagang dan petani yang membawa hasil bumi. Dalam karnaval tersebut juga diarak sebuah kendi dibalut kain putih berisikan banyu Panguripan.
Kuncen situs Pangeran Pasarean, Raden Hasan Ashari mengatakan tradisi muludan yang digelar tersebut merupakan pelestarian budaya tradisional serta ajaran Pangeran Pasarean.
Gelaran Arak-arakan ini merupakan kirab ngunjung buyut sebagai rasa syukur atas kearifan lokal dan hasil bumi yang telah didapatkan masyarakat. Dan tradisi semacam ini masih tetap dilakukan sesuai wasiat leluhur.
Sultan sepuh dalam sambutannya mengajak masyarakat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk mentauladani Rasulullah adalah suri Tauladan kita semua. Sudah sepatutnya kita untuk mencontoh sifat-sifat yang dimiliki Rasulullah.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Keraton Kacirebonan yang mewakili Sultan PR Abdul Gani Natadiningrat SE, dan Perwakilan dari keraton Kanoman, serta Muspika dan masyarakat sekitar.(Jums-CR).









Tidak ada komentar
Posting Komentar