Header Ads


Tradisi Siraman Gong sekati dihadiri Warga Cirebon

KOTA CIREBON (89,2 CR) - Siraman Gong Sekati yang digelar di komplek keraton dan situs sejarah di Cirebon, kerap menjadi magnet untuk mengumpulkan masyarakat dari berbagai daerah.

Setiap ritual siraman Gong Sekati ratusan Warga berbondong-bondong datang ke tempat ritual digelar,  di Keraton Kanoman Cirebon, Jumat (10/1/2014).

Berbagai tujuan warga yang datang itu nyaris sama, yakni ngalap berkah. Pada ritual Siraman Gong Sekati, warga ngalap berkah dari air bekas cucian perangkat gamelan tersebut.

Setelah ritual Siraman Gong Sekati selesai, warga langsung menyerbu bak tempat menampung air yang digunakan mencuci gamelan yang ada di masjid di bak penampungan. Warga sudah menyiapkan tempat untuk menampung air seperti botol, jerigen, dan ember.

Ratu Arimbi menjelaskan Siraman Gong Sekati, merupakan ritual membersihkan seperangkat gamelan dengan gong sebagai sentralnya. Ritual tersebut digelar dalam rangkaian upacara Muludan di lingkungan keraton Kanoman.

Ritual selalu digelar setiap 8 Mulud berdasarkan penanggalan Jawa, atau empat hari menjelang puncak acara Muludan di keraton.

Pembersihan menggunakan air bercampur bunga dan minyak wangi. Setelah itu, gamelan peninggalan abad ke-16, itu digosok dengan bubuk batu bata merah menggunakan sabut kelapa. Setelah itu, gamelan kembali disiram air.

Setelah semua gamelan bersih, kemudian para abdi dalem membawanya ke Bangsal Sekaten. Di tempat itulah, gamelan akan dibunyikan mulai nanti malam hingga puncak Muludan, Selasa (14/1/2014). (Jums-CR).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.