Header Ads


DKP Kota Cirebon Awasi Supir Mobil Sampah Nakal

Kota Cirebon (89,2 CR) -  Diduga sejumlah supir mobil sampah memanfaatkan kelebihan nota bensin untuk kepentingan pribadi. Mereka menjual nota bensin kepada oknum penadah dengan harga dibawah rata - rata. 

Mengantisipasi kecurangan supir mobil pengangkut sampah dalam penggunaan nota Bahan Bakar Minyak (BBM),  Dinas Kebersihan Dan Pertamanan (DKP) Kota Cirebon bergerak cepat dengan menganti sistem noda dengan kupon dalam pencairan nota bensin mobil sampah. 

Diakui kepala DKP Kota Cirebon Taufan Barata pada tahun lalu ada sejumlah oknum supir mobil pengangkut sampah yang melakukan kecurangan dengan memanfaatkan struk bensin untuk kepentingan pribadi.  Modusnya jatah nota bensin selama seminggu diminta didepan kemudian mobil hanya di isikan bensin seadanya. Kelebihan nota dijual oleh oknum kepada penadah. 

" Tahun lalu kami kebobolan nota bensin karena ada sejumlah oknum yang menjualnya kepada penadah, namun tahun ini kami langsung merubah sistemnya dengan menggunakan kupon, jadi supir tidak bisa curang lagi dalam nota bensin. seperti diketahui jika supir mobil sampah mendapatkan nota nensin bervariatif, disesuaikan dengan kendaraan " Jelasnya. 

Menghindari kecurangan tersebut DKP langsung memperlakukan sistem kupon dalam pencairan bensin untuk mobil sampah.  Kupon yang diminta tertera nomer polisi, jatah bensin yang di butuhkan, bulan dan tanggal.  Supir juga harus menyerahkan nota yang di berikan oleh pihak pom-bensin sesuai ketentuan.  

" Kami menggunakan Pom Bensin di Bilangan Tuparev dan memonitornya melalui CCTV. ataupun kami memonitor dengan GPS yang terpasang di mobil sampah, jadi sulit untuk di curangi " tambahnya. 

Dengan sistem ini diharapkan tidak ada lagi kecurangan yang dilakukan supir mobil sampah,  langka ini juga demi menghemat anggaran yang telah disediakan DKP. Selain itu menyelamatkan uang negara dalam penggunaan mobil sampah.  

" Kalau angkanya belum didata namun bisa menghemat anggaran sehingga awal tahun ini kami tidak kekurangan anggaran, bahkan telah menyediakan anggaran hingga 100 juta " Tuturnya. 

Taufan menghimau kepada masyarakat agar bersama - sama memantau keberadaan mobil sampah yang ada di Kota Cirebon, dan meminta segera melaporkan kepada pihak DKP jika menemukan mobil pengangkut sampah melakukan kecurangan atau menggunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.