Kuasa Hukum " Raja Diraja " Angkat Bicara
Kota Cirebon (89,2 CR) - Polemik Keberadaan gelar Sri Baginda Raja Pangeran Muhammad Abdullah Hasanudin (MA) sebagai "Raja Diraja" Purwaka Caruban Nagari Kerajaan Cirebon terus bergulir. Setelah keraton kanoman dan Kasepuhan menentang, kini kuasa hukum MA memberikan klarifikasi kepada para pencari berita.
Penasehat Hukum MA, B. Jokowitantri. SH menyatakan, julukan MA sebagai Sri Baginda Raja berdasarkan penghargaan dari Kerajaan Kutai Kertanegara Mulawarman dengan nama M.S.P.A. Iansyahrechza, FW sebagai ketua Lembaga Adat Besar Republik Indonesia (LABRI).
" Sifat gelar hanya istilah adat, bukan pengertian klaim adalah mendirikan kerajaan menyaingi NKRI atau gerakan makar atau apapun yang merugikan negara " tandasnya kepada wartawan, Senin (29/2/2016).
Dia menjelaskan, keberadaan LABRI sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas) yang bertujuan menyelamatkan dan mempertahankan aset seni dan budaya kerajaan se Indonesia khususnya yang berada di Cirebon. Dikatakan, keberadaan LABRI juga sesuai akte notaris Sioni Andreas. SH.
"Intinya gerakan kami menyelamatkan aset seni dan budaya kerajaan yang pernah ada di Indonesia," sambungnya.
Dia tidak membenarkan isu yang beredar terkait keberadaan LABRI dianggap menyimpang hingga menyesatkan. Pihaknya mengaku resah merespon tanggapan masyarakat terkait keberadaan LABRI yang identik dengan gerakan makar.
"Tidak ada latihan militer pengajian khusus bahkan doktrinisasi. Yang bergabung di LABRI juga tidak kami paksakan," tegasnya.
Kuasa hukumnya memastikan keberadaan " Purwa Caruban Nagari dengan MA sebagai pemimpinnya tidak mengganggu stabilitas nasional maupun daerah, apalagi mengganggu keberadaan Keraton di Indonesia termasuk Cirebon yang masih aktif.
"Klien saya tidak bikin kerajaan karena hanya ormas. Keraton juga tidak ada kaitannya dengan aktivitas klien saya. Tujuan klien saya mulia kok yaitu Penyelamatan aset seni dan budaya seperti kumpulkan data aset kerajaan jaman dulu karena ada kaitan sejarah. Nah itu konon katanya banyak aset yang berceceran entah kemana," pungkasnya.









Tidak ada komentar
Posting Komentar