Tutup Batu Bara, Pemerintah Lihat Ekonomi Global
Kota Cirebon (89,2 CR) - Penutupan bongkar muat batu bara mendapatkan tanggapan serius bukan hanya dari pengusaha, namun mendapatkan respon dari pakar Perikanan dan Kelautan yang juga mantan mentri kelautan dan perikanan RI Kabinet Gotong Royong Rokhmin Dahuri.
Menurut Rohmin penutupan bongkar muat batu bara harus faktor internal dan eksternal di lingkungan pelabuhan. Pemerintah diminta melihat kondisi ekonomi secara global sehingga bisa mengetahui dampak dari penutupan tersebut.
"Kalau persoalannya pencemaran dan lingkungan perbaiki saja melalui instansi setempat. Kalau malah dimatikan ekonominya akan memperlemah kondisi yang berimbas ke sosial," Kata Rokhmin Dahuri di Kota Cirebon Rabu (23/3/2016).
Guru Besar kampus IPB ini menilai kebijakan pemerintah belakangan ini tidak kontektual yanga akhirnya membuat masyarakat kecewa dengan kebijakan tersebut.
Seperti kebijakan moratorium yang selalu digunakan para menteri dalam memegang jabatan. Jurus ini bisa penghentian sementara aktivitas bongkar muat batu bara hingga waktu yang tidak ditentukan.
"Kalau jaman dulu era orde baru tidak masalah menutup karena kondisi ekonomi bagus dan stabil. Kondisi saat ini justru terbalik banyak orang yang mencari kerja dan konteksnya mengarah kepada kemiskinan. Ini malah menghentikan ekonomi," tandasnya.
Rohmin menganggap Kementerian Perhubungan RI terhadap aktivitas ekonomi di Pelabuhan II Cirebon kurang elegan dan cerdas. Penutupan tersebut tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di daerah.
"Kalau ada kekurangan lebih baik segera diperbaiki saja," pungkasnya.









Tidak ada komentar
Posting Komentar