Charly Tantang Komitmen Budaya Kepala Daerah Cirebon
Kota Cirebon (89,2 CR) - Geliat kesenian dan kebudayaan tidak mendapat ruang di tanah kelahiran sendiri, para pegiat seni, budayawan, dan musisi asal Cirebon menginisiasi gerakan revitalisasi kesenian di Cirebon. Bahkan, musisi putera daerah, Charli Van Houten menantang Bupati dan Wali Kota Cirebon untuk membuat pagelaran festival kesenian di Cirebon.
Vokalis Band Setiaku itu mengaku gerah dengan iklim berkesenian di tanah kelahiran sendiri, padahal Cirebon banyak melahirkan tokoh seniman maestro semisal sutradara teater, Arifin C. Noer, pelukis maestro dunia, Affandi, penyair kondang Achmad Syubhanudin Alwi dan lain lain. Sayangnya kebanyakan seniman Cirebon besar di daerah orang lain, ketika pulang ke tanah kelahiran mereka tidak disambut hangat seperti di kota-kota lain atau di negara luar.
“Saya tantang Bupati dan Wali Kota membuat festival kesenian yang menyedot animo masyarakat Cirebon, saya atau kepala daerah yang bisa membuat gebrakan itu,” katanya di Keraton Kanoman, kamis (14/4/2016).
Tantangan yang ditujukan kepada bupati dan wali kota itu, bertujuan membangkitkan kembali karakter berkesenian Cirebon yang sudah hilang. Dirinya berkeinginan membuat sesuatu yang tidak lumrah sehingga generasi muda mendatang bisa mencontohnya.
“Gerakan revitalisasi kesenian ini bisa menjadi spritit baru, dan membuat wadah bagi karakter Cirebon sebenarnya. Tantangan ini ayo tunjukan, saya bisa kok sendiri melakukan itu, masa iya pemerintah daerah diam saja. Saya malu, ketika ada daerah luar malah mengapreaisasi apa yang saya lakukan, sementara di tanah kelahiran sendiri pemerintah tidak melakukan apa-apa,” katanya.
Dia mengatakan, pagelaran Buwana Meneng yang pernah diselenggarakan di Keraton Kanoman beberapa waktu lalu mendapat apresiasi di daerah-daerah lain. Bahkan, pemerintah daerah lain menawarkan untuk membuat festival serupa untuk dipentaskan dengan kucuran anggaran yang sangat fantastis, serta tidak menggunakan dana pemerintah. Akan tetapi, pagelaran budaya Buwana Meneng di Cirebon ini apresiasi dari pemerintah daerah tidak ada.
“Aku selalu diminta untuk membuat acara seperti Buwana Meneng di daerah lain di Indonesia. Bukan aku tidak suka dengan permintaah di daerah lain, tetapi saya merasa sedih ketika apresiasi pemerintah kabupaten dan kota tidak seperti dengan daerah lain. Saya ingin kesenian Cirebon terus berkembang, karena banyak maestro seni di sini,” katanya.









Tidak ada komentar
Posting Komentar