Menjaga NKRI dan Pancasila, Dua Juta Banser Siap Melawan Radikalisme
Kota Cirebon (89,2 CR) - Dua juta anggota Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) akan menurunkan seluruh media publikasi yang mengkampanyekan penolakan eksistensi NKRI, Pancasila, dukungan terhadap sistem khilafah dan radikalisme.
Menurut Komandan Densus 99 GP Ansor Nuruzzaman, intruksi tersebut sudah dikeluarkan oleh Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan Komandan Satuan Koordinasi Nasional Banser (Satkornas Banser), Alfa Isnaeni. Menurutnya, intruksi yang dilakukan oleh Ketum GP Ansor tersebut, dilatarbelakangi tidak bertindaknya aparat negara terhadap media publikasi yang membahayakan keutuhan NKRI tersebut.
"Kami Densus 99 dan seluruh Banser Se-Indonesia, akan menjalankan intruksi ketua umum. Ini semua, karena aparat negara tidak ada yang bertindak," kata Nuruzzaman di Cirebon, Senin (18/04/2016).
Menurut Zaman, ada sekitar dua juta Banser se-Indonesia yang siap melaksanakan intruksi tersebut. Walaupun aparat negara dianggap tidak bertindak, GP Ansor mengintruksikan kepada jajarannya, untuk melakukan koordinasi dengan pihak berwajib saat akan melakukan aksi pencopotan tersebut. Saat ini, beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sudah mulai melaksanakan intruksi tersebut.
"Intruksi Ketum dan Satkornas Banser, saat pencopotan jangan sendirian. Tapi koordinasi juga dengan pihak yang berwenang. Sebelun dicopot, spanduk juga harus difoto dulu dan ditulis lokasinya. Setelah itu, spanduk diserahkan ke Satpol PP atau Pihak Kepolisian," ujar Zaman.
Selain mencopot media publikasi tersebut, Ketua Umum GP Ansor juga mengintruksikan untuk menangkap pemasangnya dan diserahkan kepada pihak yang berwajib. Maraknya media publikasi yang menolak eksistensi NKRI dan Pancasila, membuat Pengurus Pusat GP Ansor meminta kepada pemerintah, untuk merevisi undang-undang tentang ormas.
"Ormas yang menolak NKRI dan Pancasila, seharusnya dibubarkan," ujar Pengurus Pusat GP Ansor tersebut.









Tidak ada komentar
Posting Komentar