Header Ads


Batombe, Seni Tari dan Adu Pantun dari Sumatera Barat

Masyarakat Sumatera Barat tepatnya masyarakat Nagari Abai di Sangir Batang Hari, Solok Selatan mempunyai tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun bernama Batombe. Batombe biasa dilaksanakan sebagai pengisi dari acara-acara lainnya.
Batombe sendiri merupakan sebuah pertunjukan seni antara pihak laki-laki dan pihak perempuan dengan beradu Pantun. Tidak ada unsur kompetisi di dalam pertunjukan seni ini, pertunjukan ini bermaksud selain untuk hiburan, juga mempererat tali persaudaraan.
Semula, seni Batombe merupakan bagian dari tradisi untuk membangun rumah adat Gadang. Sebelum melakukan Batombe, penyelenggara diharuskan untuk berkurban berupa sapi atau kerbau terlebih dahulu dengan minimal berkurban kambing. Jika Batombe dilakukan tanpa berkurban terlebih dahulu, maka dianggap tidak sah dan melanggar bahkan berhutang ketentuan adat.
Proses pelaksanaan seni Batombe dibuka dengan sambutan dari sang 'Datuk'. Kemudian para peserta mulai masuk ke tempat pelaksanaan dan membuat lingkaran.
Umumnya peserta diikuti oleh tiga orang wanita dan sepuluh pria. 12 peserta membentuk lingkaran dan mulai menari dan seorang lainnya menari di dalam lingkaran. Alunan musik ceria biasanya mengiringi saat peserta menari. Setelahnya, baru lah para pemain lelaki dan perempuan mulai beradu pantun.
Biasanya pemain Batombe mengenakan pakaian khusus. Kepala mengenakan kain berwarna emas, juga selendang polos dengan sulam berwarna emas. Warna baju bervariasi, dengan setelan celana yang menyerupai sarung.
Kini, pembangunan rumah Gadang sudah tidak lagi dilakukan, namun kesenian Batombe tetap hidup sebagai pengisi acara seperti festival budaya, penerimaan tamu, pengangkatan datuk baru, dan acara-acara lainnya.(Sumber : inddit.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.