Ombudsman RI : Pulau Jawa Banyak Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu
Kota Cirebon (89,2 CR) - Masih banyaknya perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu di pulau Jawa membuat Ombudsman turun tangan melakukan penelitian. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tingkat kecelakaan diperlintasan tanpa palang pintu.
Koordinator Tim VI Bidang Transportasi, Infokom, Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Ombudsman RI Nugroho Eko Martono menjelaskan, pulau Jawa merupakan kawasan yang paling ramai dari segi transportasi. Khususnya transportasi di bidang perkeretaapian. Namun sayang masih banyak ditemukan perlintasan tanpa palang pintu, bukan hanya di Cirebon tapi sepanjang pulau jawa.
"Kami sudah menghimpun data di Jawa Tengah, DIY, Tegal dan saat ini di Kota Cirebon. Pekan depan kami menghimpun data di Jawa Timur dan sekitarnya," sebut Nugroho di Cirebon, Kamis (13/10/2016).
Menurut Nugroho, Jawa merupakan puncak dari perjalanan keretaapi khususnya di perlintasan sebidang yang belum berpalang pintu. Banyaknya perlintasan sebidang tak berpalang pintu tersebut menjadi penyebab utama adanya kecelakaan.
Dari informasi yang dihimpun sementara, ada sekitar 1000 perlintasan sebidang belum berpalang pintu masih ditemukan di Pulau Jawa. Kondisi ini, masih tidak sesuai dengan PP Nomor 56 tahun 2009 tentang UU Perkeretaapian.
Selain itu, penelitian tersebut juga terkait dengan pernyataan Luhut Panjaitan yang menargetkan pengoperasian kereta cepat Jakarta-Surabaya pada tahun 2017 mendatang yang akan menghabiskan biaya 2,5 milyar dolar sampai 3 milyar dolar. penelitian tersebut ditarget selesai pada pertengahan Desember
tahun 2016 ini.
"Nah kalau kereta api cepat sudah beroperasi sementara masih ada perlintasan sebidang yang belum berpalang pintu malah bahaya. Penelitian kami juga atas prakarsa ombudsman sendiri. Penelitian juga mengawal semangat Presiden Jokowi mengembangkan transportasi massal berbasis rel," pungkasnya









Tidak ada komentar
Posting Komentar