Guru Tuntut Pemerintah, Edi Akui Guru Tulang Punggung Bangsa
Kota Cirebon (89,2 CR) - Ratusan Guru honorer SMA se kota Cirebon dalam peringatan hari guru menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Cirebon siang tadi, Jum'at (25/11/2016). Guru menuntut agar pemkot mengusulkan kepada provinsi Jawa Barat agar tetap memberikan tunjangan untuk guru honor.
Ketua FTHSS, Dede Permana mengatakan, aksi unjuk rasa ini didasari atas di berlakukannya kebijakan otonomi daerah mengenai kewenangan mengelola SMA/SMK kembali dilimpahkan ke Provinsi Jawa Barat pada tahun depan. Guru honor menganggap kebijakan ini akan menghilangkan anggaran terkait kesejahteraan guru dan biaya operasional siswa yang selama ini dianggarkan Kota Cirebon.
"Kami hanya meminta agar pemkot mengusulkan kepada pemprov Jabar agar tetap menganggarkan tunjangan guru honorer yang sesuai dengan daerahnya. Jangan sampai tunjangan tersebut disamakan dengan daerah lain atau di hilangkan, " jelasnya.
Para pendemo meminta kepada pemkot Cirebon, Dalam hal ini, Walikota Cirebon, Nasrudin Azis untuk menganggarkan kembali hibah dan biaya operasional sekolah pada SMA/SMK sekolah swasta di tahun 2017. Selain itu, meminta kepada Gubernur Jawa Barat agar memberikan kejelasan kesahateraan bagi pendidik dan tenaga pendidik SMA/SMK sekolah swasta di Jawa Barat dan dianggarkan ditahun 2017.
Sementara itu ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno mengatakan, legislatif terlebih dahulu menanyakan anggaran guru honorer apakah tetap ada atau ditiadakan. Kalau pun nanti daerah yang menanggung maka teknisnya nanti di eksekutif yang melaksanakan.
Edi mengakui guru adalah tulang punggung bangsa untuk mencerdaskan putra - putri yang berprestasi. Namun nasib kesejahteraan guru terutama guru honorer sangat memprihatinkan ditambah hilangnya tunjangan milik guru senilai 3 ribu perbulan. Hal ini menganggap pemerintah telah lalai akan janjinya dulu.








Tidak ada komentar
Posting Komentar