Komisi B Sidak, Betonisasi Terkesan Asal - Asalan
Kota Cirebon (89,2 CR) - Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) 96 Miliar untuk infrastruktur se kota Cirebon banyak kejanggalan. Bukan hanya itu proyek ini terkesan tanpa perencanaan yang matang dan terkesan asal - asalan. Padahal proyek ini sudah harus selesai pada akhir Desember mendatang.
Hal ini diketahui setelah anggota dewan kota Cirebon dari Komisi B sidak langsung ke sejumlah tempat yaitu jalan Katiasa, jalan Kalijaga dan Perumnas. Dewan melihat pengerjaan betonisasi tidak sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Dewan pesimis pengerjaan perbaikan infrastruktur sekota Cirebon ini bisa tepat waktu, melihat pengerjaan yang belum setengahnya tersebut.
Ketua komisi B dewan Kota Cirebon Watid Syahriar menjelaskan, hasil sidak di lapangan terlihat ada beberapa betonisasi yang rusak karena perencanaan yang belum matang. Selain itu pihaknya melihat penggarapan betonisasi dikerjakan tidak merata ke seluruh wilayah.
" Ada yang belum di beton, ada yang sudah, ada yang pecah, ini karena pengusaha atau kontraktor mengerjakan proyek ini dengan di kerjakan pihak lain atau di sub, dampaknya pengerjaan tidak merata dan tidak memperhatikan waktu pengecoran, " ungkapnya siang tadi kepada CR, Rabu (23/11/2016).
Watid menambahkan, dalam pengecoran membutuhkan waktu sedikitnya satu bulan dari tahap memasang kerangka, mengecor hingga kering maka jika pengerjaan dilakukan bergantian maka sedikitnya membutuhkan waktu dua bulan, namun tadi ada beberapa yang rusak bahkan belum dilakukan pengecoran.
" Kalau idealnya satu jalan kanan kiri itu dua bulan agar cor - coran kering, kuat dan bagus, kalau buru - buru nanti gampang rusak, " tambahnya.
Watid menilai, seharusnya para kontraktor mengerjakan betonisasi bukan melihat pada waktu pengerjaan, melainkan kualitasnya. Pasalnya betonisasi ini akan dilewati kendaraan hingga puluhan tahun sehingga harus bisa bertahan lama.








Tidak ada komentar
Posting Komentar