Header Ads


KSOP : Permintaan Warga Sudah Terpenuhi Sejak Lama

Kota Cirebon (89,2 CR) - KSOP II Cirebon menilai, keinginan para RW di Kelurahan Panjunan kecamatan Kejaksan Kota Cirebon terkait polusi debu batubara, dana kompensasi dan tenaga kerja, sudah dilakukan setelah Pelabuhan Cirebon kembali dibuka. Hanya ada batasan mana yang bisa disampaikan ke masyarakat dan rahasia perusahaan.

Kepala Seksi Operasi KSOP Cirebon Dani Jaelani mengatakan, mengenai penyusunan SOP bongkar muat batubara merupakan rahasia internal. Namun pihaknya mempersilahkan masyarakat melihat bongkar muat batubara, jika ada yang perlu diperbaiki maka sampaikan ke KSOP dan akan ditindak lanjuti dengan merubah SOP tersebut. 

" Soal SOP itu rahasia, tidak bisa dibuka secara umum, hanya poin - poin tertentu. Tapi masyarakat silahkan lihat bagaimana bongkar muat batubara, kalau ada yang kurang silakan sampaikan akan menjadi bahan masukan kami untuk mengevaluasi SOP, " jelasnya kepada CR Selasa siang, (22/8/17).

Masih kata Dani, upaya pencegahan polusi udara akibat debu, KSOP sudah mengundang para pengusaha bongkar muat batubara agar menyediakan mobil penyiaram jalan, mobil sedot debu, menambah tukang sapu jalan. Beberapa poin sudah dikerjakan oleh pengusaha melalui asosiasai dan sudah dilakukan sampai dengan saat ini.

" Kami tegas, pokoknya debu tidak masuk lagi ke pemukiman warga. Kalau sampai masuk maka Pelabuhan akan ditutup permanen. Dilihat sampai dengan saat ini sudah dilakukan meski belum maksimal, " tambahnya.

Persoalan dana kompensasi warga yang dijanjikan oleh pengusaha menurut Dani, KSOP ingin terlibat soal kompensasi apalagi nilai hingga besarannya. Persoalan tersebut hak sepenuhnya milik warga dan pengusaha, KSOP hanya menyampaikan keluhan warga.Namun demikian Pemkot harus memiliki payung hukum soal dana kompensasi agar tidak menjadi fitnah diantara masyarakat dan Pemkot Cirebon. 

" KSOP tidak ingin dan tidak mau terlibat kompensasi, silahkan kami hanya memfasilitasi. Namun alangkah baiknya dibuat payung hukum agar kuat, " ungkapnya. 

Sedangkan mengenai tenaga kerja, selama ini Pelabuhan Cirebon menerima membuka kesempatan luas bagi warga sekitar yang ingin bekerja. Hanya dilihat kembali kemampuan dan keahlian dari pekerja tersebut. 

Sukirno ketua Angkutan Khusus Pelabuhan (angsuspel) menjelaskan, pihaknya sudah berusaha keras agar debu tidak kembali masuk ke pemukiman, caranya dengan menutup rapat truk batubara, melakukan penyemprotan truk sebelum berangkat dan lainnya. Bukan hanya itu truk batu bara dilarang melintas Pantura, jika ada laporan pihaknya akan melarang truk masuk ke pelabuhan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.