Header Ads


Koni Jabar Perhatikan Atlet Yang Ajukan Mutasi

Kab Cirebon (89,2 CR) - Banyaknya atlet mutasi jelang perhelatan Porda dan PON, Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar langsung membentuk Pokja Mutasi yang akan mengatasi persoalan ini. Mutasi disebabkan karena kurangnya perhatian pemerintah kepada atlet, apalagi anggaran pembinaan terus mengalami penurunan. 

Menurut Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin, tugas Pokja Mutasi nanti akan verifikasi dan memastikan prosedur mutasi ditempuh dengan benar. Selain itu legalitas atlet yang melakukan mutasi, antardaerah di Jabar atau yang keluar dan masuk ke Jabar sudah sesuai dengan prosedur yang tertuang dalam aturan. 

" Pembentukan Pokja Mutasi, diharapkan persoalan mutasi, masalah legalitas sampai perhitungan selesai semua," katanya saat silaturahmi dan sosialisasi hasil RAT KONI Jabar tahun 2017 di salah satu hotel, Minggu (7/1/18).

 Berdasarkan data yang dihimpun, kasus mutasi atlet antar daerah di Jabar mencapai 128 kasus, sedangkan mutasi atlet yang masuk ke Jabar ada 47 kasus. Dirinya menegaskan KONI Jabar tidak langsung menerima atlet dari luar Jabar, namun harus melalui prosedur legalitas dan perhitungan terlebih dahulu. 

Diakui Ahmad Saefudin, mutasi atlet memang bukan sepenuhnya salah atlet tetapi lebih karena kurangnya perhatian kepada atlet. Dia menerangkan KONI memberikan uang pembinaan untuk peraih medali emas Rp 3 juta per bulan, dan peraih perak serta perunggu Rp 1 juta per bulan. Sedangkan latar belakang atlet berbeda - beda sedangkan antara kebutuhan dan anggaran tidak sesuai dengan pengeluaran setiap hari. 

" Ekonomi mereka itu berbeda - beda, ada yang mampu dan ada yang tidak,mereka membutuhkan anggaran untuk membeli vitamin atau kebutuhan sekolah atau kuliah, anggaran itu tidak cukup, maka banyak yang lakukan mutasi, " paparnya. 

Menanggapi rencana pembentukan Pokja Mutasi, sejumlah pengurus daerah KONI yang hadir sangat antusias. Sejumlah pengurus KONI yang hadir meminta sebelum Mei 2018, persoalan mutasi atlet sudah tuntas.Sementara itu Ketua KONI Kota Cirebon Wati Musliwati mengaku lega dengan adanya sosilisasi RAT KONI Jabar. 

"Ada banyak pertanyaan yang akhirnya terjawab dengan sosialisasi ini, " katanya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.