Header Ads


Panen Cabai, Wali Kota Minta Warga Pertahankan Lahan

Kota Cirebon (89,2 CR) - Wali Kota Cirebon Akan Pertahankan Lahan Produktif Pertanian di Kota Cirebon. Lahan produktif milik masyarakat pun diminta untuk tidak dijual kepada pengembang perumahan.

Demikian dikatakan Wali Kota Cirebon, Drs. Nasrudin Azis, SH, usai melakukan panen cabai merah di lahan seluas lebih kurang 5,5 hektar di RT 6 RW 19 blok Sipanggang, Lobunta, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti,Selasa (23/1/18).

“ Saya bangga, di tengah-tengah pesatnya pembangunan di Kota Cirebon masih ada lahan pertanian. Ini harus dipertahankan terutama lahan produktif, masyarakat jangan jual lahannya karena lahan ini bisa dimanfaatkan untuk pertanian, ” ungkap Azis.

Apalagi hasil panen cabai merah tersebut dijual ke sejumlah pasar baik di Pasar Jagasatru, Kota Cirebon hingga dikirim ke Bandung.  Padahal saat ini Kota Cirebon sudah dikenal sebagai kota metropolitan yang sangat pesat pembangunannya. Ini berarti masyarakat Kota Cirebon tidak melupakan jati diri sebagai bangsa yang agraris. 

Untuk itu Azis berjanji akan mempertahankan lahan-lahan produktif yang dimiliki oleh pemerintah agar tidak beralilh fungsi. Lahan-lahan produktif tersebut akan tetap dipertahankan sebagai lahan pertanian. 

Sementara itu Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon, Maharani Dewi mengungkapkan jika panen hari ini merupakan panen ketiga yang mereka lakukan. Saat pertama kali melakukan panen, sekitar 10 hari yang lalu berhasil didapatkan 1,3 ton, panen kedua didapatkan 4,2 ton. 

“ Lahan ini dikelola oleh kelompok tani Cipanggang Jaya yang anggotanya 5 orang, Saat pertama kali melakukan panen, sekitar 10 hari yang lalu berhasil didapatkan 1,3 ton, panen kedua didapatkan 4,2 ton, " ungkap Maharani.

Diakui Maharani, Kota Cirebon bukan merupakan produsen cabai merah. Namun dengan menanam cabai merah ini, hasil yang didapatkan kelompok tani binaan DPPKP Kota Cirebon cukup bagus. Hanya saja mereka menekankan agar petani pintar-pintar melihat waktu panen.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.