Datangi Korban Runtuhan Tembok, Mendikbud Sampaikan Amanat Presiden
Kab Cirebon (89,2 CR) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy menjenguk Tri Intan (13) korban runtuhan tembok sanggar Hidayat Jati yang selamat, di rumah sakit Gunung Jati. Bukan hanya itu Mendikbud juga menemui keluarga korban yang meninggal dan meninjau langsung lokasi Sanggar Hidayat Jati di Desa Gegesik, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.
Kedatangan Muhajir Effendy disambut baik oleh orangtua Tri Intan. Mendikbud berjanji akan memberikan Beasiswa, karena Tri Intan salah satu pelajar yang rajin dan giat dalam melestarikan seni budaya Cirebon. Muhajir tidak menyebut berapa angka yang diberikan, namun Beasiswa yang diberikan merupakan Beasiswa untuk anak yang berprestasi.
"Tak enak kalau menyebut angka, yang pasti kami berikan perhatian, karena Intan ini anak yang rajin dan cukup berprestasi di sekolahnya, " kata Mendikbud, Rabu (18/4/18).
Saat mengunjungi keluarga korban runtuhan yang meninggal dunia, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini memberikan santunan dan berjanji akan membangun kembali Sanggar Hidayat Jati. Baginya sanggar ini sangat bermanfaat bagi generasi muda sebagai penerus bangsa khususnya kebudayaan dan kesenian.
"Kami akan bangun ulang sanggar, yang lebih baik dan lebih nyaman untuk berlatih. Sanggar kesenian sangat penting bagi generasi muda dalam melestarikan budaya, " tambahnya.
Menteri juga menyampaikan amanat Presiden RI Joko Widodo yang prihatin atas musibah ini. Presiden akan mengirimkan satu set perangkat gamelan di SMPN 1 dan SMPN 2 Gegesik untuk siswa yang ingin berlatih.
Seperti diberitakan sebelumnya, tembok sarang walet runtuh dan menimpa sanggar Hidayat Jati yang kebetulan saat itu ada sejumlah siswa yang tengah berlatih gamelan. Akibat runtuhnya tembok ini, tujuh siswa meninggal dunia, satu luka ringan dan satu luka berat.









Tidak ada komentar
Posting Komentar