Header Ads


Pepadi Ingin Pemerintah Kabupaten Cirebon Perhatikan Nasib Dalang

Kab Cirebon (89,2 CR) - Pengurus Persatuan Dalang Indonesia (Pepadi) merasa prihatin dengan Insiden meninggalnya dalang asal Cirebon Suherman Basari akibat tertimpa runtuhan bangunan sarang walet yang menimpa sanggar Hidayat Jati di Desa Gegesik, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. Demikian dikatakan Teguh Cokronegoro ketua III Pepadi.

"Kami turut berduka cita dan merasa prihatin atas meninggalnya dalang terbaik asal Kabupaten Cirebon. Mudah-mudahan hal serupa tidak kembali terjadi kepada dalang-dalang lain yang ada di Indonesia, " katanya, Rabu (18/4/18).

Semangat dalang Suherman berkorban nyawa demi melestarikan kesenian wayang patut diapresiasi. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi Pepadi dalam memperhatikan dalang-dalang yang ada di daerah. Salah satu perhatiannya mengenai letak sanggar dan kompensasi yang didapat dari pemerintah sebagai dalang.

Teguh Cokronegoro mengakui, pemerintah pusat dan di daerah kurang memperhatikan kehidupan para dalang. Padahal perannya sangat dibutuhkan bagi pemerintah untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan.

"Dalang memiliki sanggar, kemudian melatih anak-anak, tujuannya agar kesenian dan kebudayaan tidak punah, tapi sayangnya pemerintah kurang memperhatikan nasib mereka, " ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini menjadi modal bagi Pepadi mendorong pemerintah daerah dan pusat mengatur regulasi tentang kesenian dan kebudayaan khususnya peran dalang melestarikan kesenian. Selain itu dirinya mendorong pemerintah daerah memiliki sanggar untuk para seniman berlatih, sehingga apa yang mereka impikan bisa terwujud.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.