Header Ads


Disdik Kota Cirebon : Buku Rekomendasi Sekolah Tidak Wajib Dibeli Orang Tua Siswa

Kota Cirebon (89,2 CR) - Terkait dugaan ada penjualan buku di SDN Guntur Perumnas, Kecamatan Harjamukti, Dinas Pendidikan Kota Cirebon secara tegas melarang ada penjualan buku sekolah dasar dan menengah pertama. Pihak sekolah hanya sebatas memberikan rekomendasi buku bagi siswa yang mirip dengan kurikulum, itu pun tidak diwajibkan membeli. Demikian dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Dasar H. Uu Suhaemi.

"Tegas saya katakan sekolah dilarang jualan buku, sekolah hanya memberikan rekomendasi toko buku bagi murid yang ingin memiliki buku, sifatnya tidak wajib," katanya usai ditemui di ruangannya, Kamis (23/8/18).

Terkait larangan buku milik sekolah dibawa siswa, menurutnya tidak ada aturan yang melarang atau memperbolehkan, semuanya itu dikembalikan kepada masing-masing sekolah. Namun yang terpenting buku tersebut masih baik, jika hilang digunakan maka wajib mengganti.

"Buku yang dibeli menggunakan dana BOS itu hak sekolah, aturannya sekolah yang membuat, tidak ada aturan yang pasti, hanya kalau buku hilang dipinjam murid maka wajib mengganti, " tambah dia. 

Lembar data pembelian buku sekolah yang beredar kata Uu, bukan dikeluarkan secara resmi oleh pihak sekolah, namun oleh pihak penerbit yang ditawarkan kepada orangtua murid kelas 1 dan kelas 2. Mengenai hal itu dikembalikan kepada masing-masing orangtua.

"Kertas yang tersebar itu bukan dikeluarkan pihak sekolah, karena tidak ada cap atau tanda tangan. Kalau orang tua mau beli silahkan, itu hak orangtua, tapi kami tegaskan kami tidak menawarkan," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, orangtua murid SDN Guntur resah dengan adanya penawaran oknum yang menawarkan buku pelajaran dengan harga yang cukup mahal. Banyak orang tua keberatan dengan harga yang ditawarkan, selain itu di sekolah sudah tidak ada penjualan buku apapun oleh penerbit manapun. Buku yang ada merupakan milik sekolah yang dananya bersumber dari BOS.

Dan sampai dengan berita ini diturunkan, Kepala SDN Guntur belum bisa ditemui untuk diminta keterangan. [Wlk]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.