Tradisi Memayu Jelang Maulid Nabi di keraton kanoman Cirebon
KOTA CIREBON (89,2 CR) - Sebagai rangkaian persiapan peringatan Maulud Nabi, Keraton Kanoman Cirebon akan menyelenggarakan ritual Memayu di kompleks Kraton tersebut, Rabu (09/01).
Memayu secara harfiah bisa diartikan membuat ayu dengan memelihara bangunan-bangunan Siti Hinggil, Lumpang Watu, Bangsal Witana, Gedong Jimat, Pendopo Jinem, dan Langgar Kraton Kanoman.
Tradisi Memayu akan dilaksanakan pukul 10.30 WIB, dan biasanya sudah banyak warga dan abdi dalem memadati kraton. Sultan Kanoman XII Muhammad Emirudin bersama abdi dalem akan memimpin doa di Siti Hinggil sebagai tanda mulai membersihkan bangunan.
Sekretaris Kasultanan Kanoman R.R. Arimbi Nurtina menjelaskan sebelum bekerja, para abdi dalem dari berbagai daerah termasuk Kuningan, Majalengka, dan Indramayu disuguhi nasi tumpeng bogana. "Nasi bogana adalah gabungan hasil bumi yang kirim oleh abdi dalem," tuturnya.(Jums-CR).
Memayu secara harfiah bisa diartikan membuat ayu dengan memelihara bangunan-bangunan Siti Hinggil, Lumpang Watu, Bangsal Witana, Gedong Jimat, Pendopo Jinem, dan Langgar Kraton Kanoman.
Tradisi Memayu akan dilaksanakan pukul 10.30 WIB, dan biasanya sudah banyak warga dan abdi dalem memadati kraton. Sultan Kanoman XII Muhammad Emirudin bersama abdi dalem akan memimpin doa di Siti Hinggil sebagai tanda mulai membersihkan bangunan.
Sekretaris Kasultanan Kanoman R.R. Arimbi Nurtina menjelaskan sebelum bekerja, para abdi dalem dari berbagai daerah termasuk Kuningan, Majalengka, dan Indramayu disuguhi nasi tumpeng bogana. "Nasi bogana adalah gabungan hasil bumi yang kirim oleh abdi dalem," tuturnya.(Jums-CR).









Tidak ada komentar
Posting Komentar