Aksi unjukrasa mengkritisi maraknya alih fungsi lahan pertanian
KOTA CIREBON (89,2 CR) - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam solidaritas mahasiswa pertanian Kampus Unswagati Cirebon menggelar aksi unjukrasa mengkritisi maraknya alih fungsi lahan pertanian saat ini, aksi unjuk rasa dilakukan di perempatan Jalan Pemuda (Bypass) Kota Cirebon, Selasa (24/9/2013).
Ali Shidqi Koordinator solidaritas mahasiswa pertanian Kampus Unswagati Cirebon dalam orasinya mengatakan pemerintah dinilai terlalu memberikan kebebasan bagi para pemodal besar untuk melakukan eksploitasi lahan yang sebelumnya merupakan lahan pertanian menjadi bangunan dan infrastruktur seperti perumahan.
Ali menuturkan alih fungsi lahan pertanian saat ini tergolong sangat mengkhawatirkan karena banyaknya perpindahan kepemilikan lahan pertanian secara besar-besaran.
“Pemodal besar membeli lahan yang nantinya akan dirubah dari lahan pertanian menjadi bangunan pabrik dan lainnya,” dan saat ini alih fungsi lahan pertanian secara besar-besaran dipastikan akan merubah budaya dan ekonomi masyarakat desa yang berprofesi sebagai petani khususnya bagi generasi mudanya.
“Budaya gengsi menjadi petani pastinya akan subur di kalangan anak-anak petani sendiri kalau allih fungsi lahan terus berlanjut,” ujarnya. (Jums-CR).
Ali Shidqi Koordinator solidaritas mahasiswa pertanian Kampus Unswagati Cirebon dalam orasinya mengatakan pemerintah dinilai terlalu memberikan kebebasan bagi para pemodal besar untuk melakukan eksploitasi lahan yang sebelumnya merupakan lahan pertanian menjadi bangunan dan infrastruktur seperti perumahan.
Ali menuturkan alih fungsi lahan pertanian saat ini tergolong sangat mengkhawatirkan karena banyaknya perpindahan kepemilikan lahan pertanian secara besar-besaran.
“Pemodal besar membeli lahan yang nantinya akan dirubah dari lahan pertanian menjadi bangunan pabrik dan lainnya,” dan saat ini alih fungsi lahan pertanian secara besar-besaran dipastikan akan merubah budaya dan ekonomi masyarakat desa yang berprofesi sebagai petani khususnya bagi generasi mudanya.
“Budaya gengsi menjadi petani pastinya akan subur di kalangan anak-anak petani sendiri kalau allih fungsi lahan terus berlanjut,” ujarnya. (Jums-CR).
Tidak ada komentar
Posting Komentar