Grandong masih mengepung akses masuk Pelabuhan Cirebon
KOTA CIREBON (89,2 CR) - Ratusan masyarakat pesisir kota Cirebon yang berprofesi sebagai grandong atau disebut pengorek batubara hingga hari ini, Sabtu (13/12/2014) masih mengepung akses masuk Pelabuhan Cirebon baik di Jalan Sisingamangaraja maupun Jalan Yos Sudarso Kota Cirebon.
Pantauan Cirebon radio ratusan massa tersebut bergerombol disekitar pintu masuk Pelabuhan Cirebon, bahkan mereka mendirikan tenda darurat sekitar pintu masuk untuk berteduh dari panas dan hujan.
Akibat aksi yang dilakukan massa tersebut membuat proses bongkar-muat barang khususnya batu bara tehenti karena truk tidak bisa masuk pelabuhan. Aksi blokade akeses masuk ke pelabuhan merupakan imbas dari penerapan ISPS Code oleh PT Pelindo II Cabang Cirebon yang melakukan sterilisasi area pelabuhan sehingga ratusan pengorek batu bara tidak diizinkan mencari sisa-sisa batu bara.
Sejak pemberlakukan sterilisasi 4 Desember 2014 lalu, para pengorek terus melakukan aksi protes, beberapa pertemuan antara pengorek batu bara, pengusaha, Pelindo, KSOP Pelabuhan Cirebon, aparat keamanan dan Pemkot Cirebon belum juga membuahkan hasil sebagai jalan tengah kisruh yang terjadi di Pelabuhan Cirebon.
Sementara itu, Manajer Operasional Pelindo II Cirebon, Yossianus Marciano menjelaskan pihaknya hanya mampu memberikan kompensasi penyerapan tenaga kerja untuk sekitar 50 orang khususnya bagi penghorek batu bara, padahal jumlah pengorek jumlahnya mencapai ratusan orang.(Jums-CR)
Pantauan Cirebon radio ratusan massa tersebut bergerombol disekitar pintu masuk Pelabuhan Cirebon, bahkan mereka mendirikan tenda darurat sekitar pintu masuk untuk berteduh dari panas dan hujan.
Akibat aksi yang dilakukan massa tersebut membuat proses bongkar-muat barang khususnya batu bara tehenti karena truk tidak bisa masuk pelabuhan. Aksi blokade akeses masuk ke pelabuhan merupakan imbas dari penerapan ISPS Code oleh PT Pelindo II Cabang Cirebon yang melakukan sterilisasi area pelabuhan sehingga ratusan pengorek batu bara tidak diizinkan mencari sisa-sisa batu bara.
Sejak pemberlakukan sterilisasi 4 Desember 2014 lalu, para pengorek terus melakukan aksi protes, beberapa pertemuan antara pengorek batu bara, pengusaha, Pelindo, KSOP Pelabuhan Cirebon, aparat keamanan dan Pemkot Cirebon belum juga membuahkan hasil sebagai jalan tengah kisruh yang terjadi di Pelabuhan Cirebon.
Sementara itu, Manajer Operasional Pelindo II Cirebon, Yossianus Marciano menjelaskan pihaknya hanya mampu memberikan kompensasi penyerapan tenaga kerja untuk sekitar 50 orang khususnya bagi penghorek batu bara, padahal jumlah pengorek jumlahnya mencapai ratusan orang.(Jums-CR)









Tidak ada komentar
Posting Komentar