Santa Maria Tolak Aktifitas Bongkar Muat Batu Bara
Kota Cirebon (89,2 CR) - Setelah kemarin penolakan dibukanya bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon datang dari masyarakat kini, unsur masyarakat ikut menolak. Sekolah Santa Maria Cirebon di jalan bersikukuh menolak kembali aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon.
Hal ini sebagai respon atas keputusan KSOP dan Otoritas Pelabuhan II Cirebon yang akan membuka aktivitas batu bara kembali sesuai edaran Kementerian Perhubungan RI. "Kami sudah 12 tahun hidup ditengah kepungan batu bara. Seperti terkena letusan gunung berapi. Tidak bisa menghirup udara segar," sebut OP Yayasan Santo Dominikus sekolah Santa Maria Cirebon Suster Albertine saat jumpa pers dengan wartawan, Selasa (12/1/2016).
Seperti diketahui sebelumnya, sekolah Santa Maria ini merupakan lembaga pendidikan yang jaraknya sangat dekat dengan aktivitas bongkar muat batu bara. Disebutkan, jarak antara sekolah dengan lokasi bongkar muat batu bara sekira 300 meter.
Selama 12 tahun, sebutnya, pihak sekolah terus berupaya memberitahukan sekaligus memberikan penolakan terhadap aktivitas bongkar muat itu. Namun, lanjutnya, upaya pihak sekolah tidak ditanggapi serius.
Bahkan, selama 12 tahun hidup dengan batu bara, tidak sedikit siswa yang jatuh sakit lantaran Ispa. "Khususnya pada musim kemarau, banyak siswa yang sesak nafas sampai daya tahan tubuh mereka menurun. Segala upaya kami berikan vitamin tetap saja tidak efektif," sebutnya.
Dia meminta agar Walikota Cirebon bertindak tegas dan tidak memberi kesempatan lagi kepada penerima manfaat batu bara untuk beroperasi kembali. "Kami tetap meminta batu bara ditutup total," tandasnya.









Tidak ada komentar
Posting Komentar